Jogjakeren.com – Memeriahkan 77 tahun Indonesia merdeka, Pengurus RT 37 dan 38 Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta menggelar berbagai lomba dan kegiatan. Salah satu kegiatannya, pada hari Minggu (14/8) diadakan jalan sehat mengelilingi wilayah seputar kampung. Semua santri Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Yogyakarta diundang untuk mengikuti acara tersebut.
Tidak kurang dari 150 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, warga kampung dan santri pondok pesantren melintasi jalan sejauh 8 kilometer. Ustadz Yasir Maulana, Guru PPPM Baitussalam sekaligus wali santri menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pelajaran baru bagi para santri tentang sosial kemasyarakatan. “Para santri yang hampir setiap hari mendapatkan materi agama dan pelajaran sekolah/kuliah, pada saat jalan sehat ini dapat berbaur dengan warga masyarakat,” tutur Ust. Yasir.

Perlu diketahui bersama bahwa santri PPPM Baitussalam selain berasal dari wilayah DIY, juga berasal dari beberapa wilayah di Indonesia. Mereka ada yang khusus mendalami ilmu agama, ada pula yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Dua kelompok terakhir ini, saat siang hari belajar di sekolah/kampus, sedangkan malam hari memperdalam ilmu agama.
Pengurus Pondok Pesantren sekaligus Bendahara, H. Sunardi Thoha Yassin merasa bangga melihat kiprah para santri dalam berbaur dengan warga sekitar pondok. “Mulai jalan sehat sampai persiapan pembungkusan hadiah berbagai lomba agustusan, para santri juga ikut terlibat bersama warga kampung. Bangga rasanya,” ucap H. Sunardi.
H. Sudayat, BA, Pembina PPPM Baitussalam menambahkan bahwa terlibatnya para santri dalam berbagai kegiatan kampung seputar pondok, menjadikan hubungan mereka semakin dekat. “Bila hubungan dengan warga sekitar terjalin baik, maka akan terasa nyaman selama mengikuti pelajaran di dalam pondok,” tuturnya.
Acara jalan sehat semakin meriah setelah ada pembagian doorprize berupa barang elektronik, peralatan dapur dan hadiah hiburan lainnya. Yang lebih penting, bukan macam dan jenis hadiahnya, tetapi kedekatan hubungan antara santri pondok dengan warga masyarakat yang diutamakan.





