Jogjakeren.com – Pada hari Minggu (22/5) pagi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul menggelar outbond mubaligh mubalighat. Outbond yang dilaksanakan bagi para pengajar generasi muda LDII ini dilaksanakan di kompleks wisata Goa Tanding dan Goa Pindul.
Acara inti outbond dilaksanakan di kompleks wisata Goa Tanding. Lebih tepatnya, kompleks wisata ini terletak di Dusun Gelaran 2, Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Kompleks wisata ini juga menjadi salah satu destinasi wisata utama para wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.
Outbond di Goa Tanding, Serasa Outbond di Colloseum
Lokasi outbond ini cukup menarik dengan keindahan alam yang ada di sekitarnya. Seakan di colloseum, lokasi outbond dikelilingi oleh tebing dengan sungai mengalir di tepi lokasi. Peserta juga harus menuruni anak tangga untuk sampai di lokasi outbond.

Bertemakan rukun dan kompak, berbagai permainan disuguhkan oleh panitia untuk meningkatkan kerja sama dan juga meningkatkan kedekatan para pengajar satu sama lain. Kegiatan outbond diawali dengan nasehat pembukaan yang disampaikan oleh Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Gunungkidul, AR Suyatno.
Dalam penasehatannya, Suyatno mengapresiasi diadakannya kegiatan outbond ini. Ia juga menyisipkan kesemangatan bagi para mubaligh dan mubalighat dalam membina generasi muda.

Susur Goa Pindul, Goa Karst dengan Stalaktit dan Stalakmit yang Memukau
Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sejumlah game kerja sama dan kekompakan. Setelah permainan dalam outbond selesai dimainkan, para peserta juga diajak untuk menyusuri keindahan Goa Pindul.

Para peserta dipandu oleh tour guide dalam menyusuri goa sepanjang kurang lebih 350 meter tersebut. Goa ini juga terletak tidak jauh dari lokasi inti outbond, yakni Goa Tanding.
Tidak kalah dengan Goa Tanding, Goa Pindul menjadi salah satu tujuan utama wisatawan. Goa ini seringkali dipenuhi oleh para pengunjung, sehingga tak jarang, ketika momen libur panjang Goa Pindul menolak sebagian wisatawan karena telah penuh.

Dalam susur goa, para peserta outbond diajak untuk menikmati keindahan stalaktit dan stalakmit yang terbentuk di dalam Goa Pindul. Goa karts ini menjadi ciri khas dari kawasan Kabupaten Gunungkidul yang merupakan kawasan berkapur.
Memantik Kesemangatan dan Daya Juang Mubaligh Mubalighat
Di penghujung acara, pembina mubaligh dan mubalighat menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan outbond ini.
“Kita harapkan, melalui kegiatan seperti ini, para mubaligh dan mubalighat dapat termotivasi, memiliki daya juang tinggi, khususnya dalam pembinaan generasi muda, rukun dan kompak. Kegiatan ini juga rencana akan kami buat menjadi agenda tahunan,” papar Rohmadi selaku pembina mubaligh dan mubalighat.

Kegiatan outbond mugaligh mubalighat diakhiri dengan penutup dan juga makan bersama. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, para mubaligh dan mubalighat bisa lebih semangat, rukun, dan kompak dalam menjalankan kewajibannya berdakwah dan mencetak generasi muda yang profesional religius.





