Indonesia Waspada Kanker Payudara, Yuk Mulai Deteksi Mandiri di Rumah

Indonesia Waspada Kanker Payudara, Yuk Mulai Deteksi Mandiri di Rumah
SADARI: 5 menit per bulan, untuk hidup sehat tanpa beban (Foto: maxhealthcare.in)

Jogjakeren.com – Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Selain mengancam nyawa, kanker juga membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses perawatan yang lama. Dilansir dari Kementrian Kesehatan, pada tahun 2022 tercatat bahwa kanker menyebabkan kematian sekitar 9,7 juta orang atau 18,7 persen dari seluruh kematian di seluruh dunia per tahun. Beban penyakit kanker di Indonesia meningkat signifikan. Pada tahun 1990, kanker menjadi beban penyakit kesembilan dan pada tahun 2019 menjadi peringkat kedua.

Kanker payudara merupakan kanker dengan insiden tertinggi pada perempuan di Indonesia. Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan bahwa pada tahun 2022, Indonesia mengalami lebih dari 408.661 kasus kanker baru dengan 242.099 kematian, terutama disebabkan oleh kanker payudara, leher rahim, paru-paru, dan kolorektal​.

Kanker tidak hanya menyebabkan kematian dini dan morbiditas, tetapi juga mengakibatkan hilangnya waktu produktif. Selain itu, kanker juga menimbulkan toksisitas finansial bagi pasien dan penyintas. Sebuah studi menunjukkan bahwa 79 persen peserta JKN mengalami kesulitan finansial setelah menjalani pengobatan, seperti kesulitan membayar kebutuhan dasar rumah tangga. Hal ini terjadi karena tidak semua pemeriksaan diagnostik dan pengobatan inovatif ditanggung oleh program JKN. Pasien harus menanggung sebagian biaya untuk mendapatkan hasil klinis yang lebih baik.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara bermula dari perkembangan sel yang abnormal. Kumpulan dari sel kanker ini kemudian membentuk tumor ganas. Tumor ganas inilah yang selanjutnya akan membentuk sebuah benjolan di payudara. Benjolan dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, maupun ke bagian tubuh yang lain. Penyebab terbentuknya sel kanker ini memang tidak diketahui pasti. Namun, sekitar 5‐10 persen penyakit kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen 1 (BRCA1) dan gen 2 (BRCA2) yang diturunkan oleh keluarga.

Yuk, simak tanda dan gejala kanker payudara disini

Perjalanan Penyakit Kanker Payudara

Berdasarkan tingkat keparahannya, perjalanan penyakit kanker payudara dibagi menjadi beberapa stadium:

  1. Stadium 0 (Non-invasive Cancer): Kanker masih sangat awal sehingga belum menyebar keluar dari pembuluh/saluran payudara dan kelenjar-kelenjar (lobules) susu pada payudara.
  2. Stadium I: Kanker masih sangat kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  3. Stadium II A: Kanker berukuran hingga 2 cm dan mungkin sulit dideteksi dari luar. Tingkat kemungkinan sembuh pada stadium ini sekitar 70 persen.
  4. Stadium II B: Kanker berukuran 2-5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar susu dan kelenjar getah bening di ketiak. Tingkat kesembuhan pada stadium ini menurun menjadi 30-40 persen.
  5. Stadium III A: Kanker berukuran lebih dari 5 cm dan sebanyak 87 persen bagian kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak.
  6. Stadium III B: Kanker sudah menyebar ke dinding dada, tulang rusuk, dan otot. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan atau luka bernanah pada payudara dan dikenal sebagai Inflammatory Breast Cancer.
  7. Stadium III C: Kanker telah menyebar lebih dari 10 titik di saluran getah bening, termasuk di bawah tulang selangka.
  8. Stadium IV: Ini adalah stadium paling parah, di mana kanker telah bermetastasis atau menyebar ke organ tubuh lain seperti paru-paru, tulang, hati, atau otak. Pada tahap ini kanker bisa menyebabkan pembengkakan parah, luka terbuka, dan gejala lain seperti sesak napas.

Pencegahan kanker Payudara

Untuk mengatasi kanker payudara, ada dua jenis pencegahan utama yang dapat kita lakukan:

  1. Pencegahan Primer

Pencegahan primer adalah upaya untuk menghindari terjadinya kanker payudara sejak awal. Caranya adalah dengan mengenali dan mengurangi faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker payudara.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya 5-10 persen yang memiliki kaitan dengan faktor genetik, sedangkan 90-95 persen berkaitan dengan faktor lingkungan dan gaya hidup. Hal ini juga didukung oleh fakta lain bahwa dari semua kematian akibat kanker, sekitar 25-30 persen disebabkan oleh tembakau, 25-30 persen terkait dengan pola makan yang tidak sehat, 15-20 persen disebabkan oleh infeksi, dan selebihnya disebabkan oleh faktor lain seperti radiasi, stres, polutan lingkungan, dan kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan kegemukan dan mempengaruhi keseimbangan hormon.

Gaya hidup dan perilaku termasuk aktivitas fisik dan status gizi memberikan dampak besar terhadap resiko kanker. Sebuah penelitian menyebutkan jika terjadi kombinasi bersama antara overweight, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik, diasosiasikan dengan meningkatnya risiko kanker sebanyak 20-30 persen.

Meskipun tidak semua faktor risiko bisa dihindari (seperti faktor genetik), kita bisa mengontrol beberapa hal di antaranya:

  • Menyusui Bayi: Memberikan ASI pada bayi secara teratur dapat membantu menekan kadar hormon estrogen yang terkait dengan risiko kanker payudara.
  • Jaga Berat Badan Ideal: Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik membantu menurunkan kadar estrogen dalam tubuh. Semakin jarang berolahraga, semakin tinggi kadar estrogen.
  • Kurangi Makanan Berlemak: Konsumsi lemak tinggi diduga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Batasi Konsumsi Alkohol: Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen.
  • Kelola Stres: Usahakan untuk selalu rileks dan hindari stres berat.
  • Pahami Riwayat Keluarga: Cari tahu dan waspadai apakah ada riwayat kanker payudara dalam keluarga, karena sekitar 10 persen kasus dipengaruhi oleh faktor genetik.

Simak kebiasaan sederhana yang menjaga kesehatan tubuh lainnya disini

  1. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder berfokus pada deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan atau skrining pada orang-orang yang belum memiliki keluhan. Tujuan utama skrining adalah untuk menemukan kelainan yang mungkin mengarah pada kanker sedini mungkin. Dengan deteksi dini, pengobatan akan menjadi lebih efektif, tingkat kesembuhan meningkat, dan kualitas hidup pasien dapat diperbaiki.

SADARI

SADARI adalah singkatan dari Pemeriksaan Payudara Sendiri, artinya pemeriksaan ini dilakukan sendiri tanpa orang lain atau tanpa bantuan dokter. Setiap wanita sangat dianjurkan untuk melakukan SADARI untuk deteksi dini penyakit pada payudara terutama Kanker Payudara.

Waktu yang ideal untuk melakukan SADARI adalah hari ke-7 sampai 10 dihitung dari hari pertama menstruasi / haid. Jika sedang hamil, atau tidak lagi memiliki menstruasi, SADARI dapat dilakukan setiap saat, tetapi waktunya disamakan setiap bulannya. Jika sedang menyusui, SADARI dilakukan setelah menyusui bayi pada setiap bulan dan waktu yang sama. Bagi wanita berusia di atas 50 tahun, skrining payudara secara teratur sangat penting, karena sekitar 80 persen kasus kanker payudara terjadi pada usia ini.

1. Pemeriksaan Visual di Depan Cermin

Berdiri atau duduk santai di depan cermin tanpa busana. Perhatikan payudara Anda dengan seksama dalam beberapa posisi:

  • Tangan di Samping: Biarkan tangan rileks di samping tubuh. Perhatikan apakah ada perubahan bentuk, ukuran, warna, atau tekstur kulit (kemerahan, kerutan, atau cekungan). Perhatikan juga puting susu, apakah ada yang tertarik ke dalam atau mengarah ke samping.
  • Tangan di Pinggang: Letakkan tangan di pinggang dan kencangkan otot dada. Amati kembali kedua payudara. Posisi ini membantu menampakkan benjolan atau cekungan yang mungkin tidak terlihat saat tangan rileks.
  • Membungkuk: Bungkukkan badan ke depan, biarkan payudara menggantung. Perhatikan apakah ada perbedaan bentuk atau perubahan lain yang muncul.
  • Tangan di Atas Kepala: Angkat kedua tangan ke atas kepala. Amati kembali payudara Anda dari berbagai sisi.
2. Pemeriksaan dengan Meraba (Terlentang)

Berbaringlah dengan nyaman, letakkan bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri Anda. Ini akan membantu meratakan jaringan payudara.

  • Raba Payudara Kiri: Gunakan tiga jari tengah tangan kanan Anda (telunjuk, tengah, manis) yang dirapatkan. Mulailah meraba payudara kiri dari bagian ketiak dengan tiga tingkat tekanan: ringan, sedang, dan kuat.
  • Pola Pemeriksaan: Gerakkan jari-jari Anda dengan pola melingkar seperti spiral, dari tepi luar payudara menuju ke puting susu. Pastikan seluruh area payudara teraba dengan merata. Rasakan setiap benjolan, pengerasan, atau ketidaknormalan di bawah kulit.
  • Ulangi untuk Sisi Lain: Lakukan prosedur yang sama untuk payudara kanan Anda, dengan bantal di bawah bahu kanan dan menggunakan tangan kiri Anda.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan:
  • Amati apakah ada cairan yang keluar dari puting susu, baik yang terlihat di bra atau saat Anda meraba. Jangan pernah memencet puting untuk mengeluarkan cairan.
  • Lakukan perabaan di area sekitar tulang selangka dan di bawah ketiak. Area ini juga penting untuk diperiksa apakah ada benjolan atau penebalan.

Jika ditemukan benjolan, pengerasan, atau perubahan lain yang mencurigakan, segera hubungi dokter. Tidak semua benjolan adalah kanker, namun pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis profesional sangatlah penting.

Indonesia Waspada Kanker Payudara, Yuk Mulai Deteksi Mandiri di Rumah
Arah perabaan Sadari (Foto: skillslab.fk.uns.ac.id)

Pencegahan primer dan sekunder memiliki peran penting dalam penanganan kanker payudara. Meskipun pencegahan primer dengan mengurangi faktor risiko masih sulit dilakukan sepenuhnya, deteksi dini melalui skrining (pencegahan sekunder) menjadi kunci utama.

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) memungkinkan mendeteksi kelainan pada payudara saat tumor masih berukuran kecil. Semakin kecil tumor yang ditemukan, semakin rendah kemungkinan penyebarannya (metastasis), sehingga pengobatan akan lebih mudah, biayanya lebih murah, dan peluang kesembuhan pun jauh lebih besar. Oleh karena itu, SADARI menjadi langkah penting yang bisa dilakukan setiap wanita di rumah secara rutin untuk meningkatkan kesadaran dan melindungi diri dari risiko kanker payudara.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *