Jogjakeren – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I. menyampaikan tujuh program prioritas Kemenag DIY pada saat membuka silaturahmi tokoh agama Islam se-DIY di Hotel Syahid Raya, Kamis (17/6/2021). Prioritas pertama, pengarusutamaan moderasi beragama. Terdapat dua fungsi di dalam kemenag yakni fungsi agama (termasuk di dalamnya moderasi beragama) dan fungsi pendidikan keagamaan.
“Moderasi beragama ini menjadi prioritas pertama, sehingga dalam menjalankan kehidupan beragama dalam kehidupan sehari-hari bisa secara moderat,” kata H. Edhi.
Prioritas kedua, revitalisasi layanan pencatatan dan pengawasan nikah dan rujuk. Ke depan, KUA menjadi miniatur kementerian agama. Untuk mengakses layanan Kemenag masyarakat tidak harus jauh-jauh pergi ke Kemenag Kota/Kabupaten. “Cukup ke KUA di kecamatan,” ungkapnya.
Ada 10 layanan yang direncanakan. Sebagai contoh layanan haji dan umroh, bimbingan manasik, balai nikah, pengukuran arah kiblat, literasi terkait zakat dan wakaf, dll. “Ini akan dilakukan secara bertahap,” katanya.
H. Edhi mengungkapkan, KUA Sewon Kabupaten Bantul terpilih menjadi model yang akan direvitalitasasi, termasuk aplikasi yang dibangun dan SOP untuk memastikan ketepatan pelayanan di mana masyarakat milenial menghendaki serba cepat dan murah. Bahkan hampir semuanya tidak berbiaya.
“Nek iso nikah itu di kantor saja. Gratis. Sudah kami siapkan tempat yang representatif. Ada tempat untuk tamu. Kita berikan layanan terbaik kepada masyarakat,” kata H. Edhi. Kalau tidak bisa masuk ruang maka disediakan live streaming di luar ruang. Semua layanan Kemenag ini diharapkan bisa diselenggarakan oleh KUA.
Prioritas ketiga, digitalisasi layanan memanfaatkan teknologi, ini sangat efektif sekali. Yang selama ini menumpuk kertas, dokumen kenaikan pangkat guru, penyuluh, dll menyebabkan kurang nyaman, “Sehingga bisa mengurangi kualitas pelayanan kita,” imbuhnya.
Prioritas keempat, kemandirian ekonomi pesantren. Pondok pesantren (Ponpes) memiliki potensi dan peluang untuk meningkatan perekonomian ponpes dan sekitarnya. Kemenag DIY pun telah bekerja sama dengan beberapa mitra seperti Bank Indonesia dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren. Setelah dikaji, ponpes menjadi lembaga yang bisa dikembangkan dan dampaknya tidak hanya pada ponpes namun juga masyarakat sekitarnya. Sehingga ponpes menjadi lembaga mandiri.
Prioritas kelima, Cyber Islamic University semacam universitas terbukanya Kemenag. Pusatnya di IAIN Gunung Jati di Cirebon. “Anak-anak kita tidak harus ke kampus, namun bisa pembelajaran jarak jauh dari rumah. Untuk mendukung itu, masyarakat diberikan layanan yang memungkinkan,” kata H. Edhi.
Prioritas keenam, tahun toleransi. Program ini akan dilaunching di Yogyakarta.
Prioritas ketujuh, indeks keberagaman. Ke depan, akan dibangun sistem untuk mengetahui suatu wilayah itu indeksnya tinggi ataukah rendah. “Indokatornya banyak, adakah kasus, bila ada apakah dapat diselesaikan, kualitas beribadah masyarakat. Pasti kami akan bersama-sama tokoh masyarakat melaksanakan program ini,” pungkas H. Edhi.





