Remaja LDII Sleman Manfaatkan Limbah Plastik, Implementasi Kader Gemilang LDII

Kader Gemilang LDII
Remaja LDII Kabupaten Sleman memanfaatkan limbah plastik rumah tangga menjadi media tanam tanaman hias.

Jogjakeren – Andil merawat lingkungan menjadi tanggung jawab bersama dalam mendukung Generasi Restorasi (#generationrestoration) yang dicanangkan pada Hari Lingkungan Hidup 2021. Praktik tersebut sudah dilakukan sebelum peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021 oleh remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) Kabupaten Sleman. Yakni dengan memanfaatkan limbah rumah tangga berupa plastik dijadikan media tanam tumbuhan hias.

Limbah rumah tangga berupa sampah plastik seperti kemasan mie instan, minyak goreng, detergen atau botol bekas air mineral dapat dijadikan sebagai media tanam. Media ini merupakan salah satu alternatif mengurangi sampah plastik dan sebagai pengganti polybag.

Kader Gemilang LDII
Remaja LDII Kabupaten Sleman mempraktikkan pemanfaatan limbah plastik rumah tangga, Minggu (28/2/2021).

Dalam kegiatan tersebut, remaja LDII diajarkan cara membuat media tanam dan memanfaatkan limbah plastik hingga bernilai ekonomi. Tidak hanya itu, remaja LDII diharapkan senang bercocok tanam dan mulai peduli dengan lingkungan sekitar.

Read More

Sejalan yang dilakukan remaja LDII Kabupaten Sleman, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Dr. Ir. Novrizal Tahar mengatakan gaya hidup untuk mengurangi sampah itu dimulai dari rumah, karena persoalan sampah merupakan persoalan multidimensi yang juga membutuhkan kolaborasi setiap elemen masyarakat.

Hal itu ia sampaikan dalam Webinar Lingkungan Hidup mengenai Pengelolaan Sampah Rumah Tangga demi Pemulihan Lingkungan Hidup di Masa Pandemi Covid-19 yang digelar DPP LDII, Sabtu (19/6/2021).

Novrizal berpendapat mengatasi persoalan sampah harus dilakukan dengan cara kolaborasi skala besar dan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah pusat ataupun daerah saja. Seluruh elemen, termasuk organisasi masyarakat diharapkan juga turut berkolaborasi.

“LDII mempunyai jaringan yang kuat. Mari kita biasakan untuk sedekah sampah, pilah sampah dari rumah. Karena LDII ini lembaga dakwah, bisa pula mendorong perilaku publik di masyarakat seperti gaya hidup minim sampah,” harap Novrizal.

Kader Gemilang LDII

Kader Gemilang LDII
Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso, sekaligus meluncurkan Kader Gemilang (Generasi Muda Indonesia Bela Lingkungan) LDII sebagai komitmen untuk terus mewujudkan sumber daya manusia profesional religius berwawasan lingkungan.

“Para kader Gemilang LDII ini siap untuk ditingkatkan kemampuannya melalui berbagai pelatihan untuk menjadi agen perubahan ( agent of change) dalam mengatasi masalah lingkungan. Kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait isu lingkungan seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam melatih kader Gemilang LDII tersebut sangat kami harapkan,” kata KH. Chriswanto.

Hadir dalam webinar tersebut, narasumber mewakili KLHK, Cicilia Sulastri, SH., M.Si., Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan, BP2SDM dan Dr. Ir. Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Dirjen PSLB3, serta Dr. Ir. Hayu S. Prabowo, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Dewan Pimpinan MUI Pusat.

Dari kalangan akademisi dan praktisi masalah sampah, hadir Guru Besar Fateta IPB – Prof. Dr. Arif Sabdo Yuwono, dan pengurus harian Departemen Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam dan Lingkungan (LISDAL), DPP LDII – Hj. Erni Suhaina Ilham Fadzry, S.Pd.I.

Kader Peduli Lingkungan LDII

Kader Gemilang LDII
Remaja LDII Kabupaten Sleman memanfaatkan limbah plastik rumah tangga menjadi media tanam tanaman hias.

Berkaitan dengan peluncuran Kader Gemilang LDII, Cicilia Sulastri mengapresiasi kader peduli lingkungan dari LDII ini, “Peran LDII dengan program Kader Gemilang ini tentunya selaras dengan tugas pokok fungsi dari Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan,” ujar penggiat sekolah Adiwiyata ini.

Untuk itu, Cicilia mengimbau pada Kader Gemilang LDII untuk meningkatkan pengetahuan mengenai lingkungan melalui berbagai media, melakukan kampanye perilaku ramah lingkungan melalui media sosial, dan membuat jejaring komunikasi dengan instansi. “Kader Gemilang LDII dapat melakukan inisiasi aksi milenial bidang lingkungan, khususnya mendukung pengembangan sirkuler ekonomi,” jelasnya.

Di KLHK, Program Gerakan Masyarakat Bela Lingkungan sendiri memiliki tujuan untuk mendorong agar lembaga masyarakat dan komunitas dapat melakukan gerakan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang melibatkan sebanyak mungkin warga masyarakat. Program tersebut berkelanjutan, bersinergi satu sama lain, sehingga dapat membantu mengatasi masalah lingkungan hidup dan kehutanan di daerahnya serta terukur hasil dan dampaknya.

“Meningkatkan peran aktif/nyata lembaga masyarakat dan komunitas dalam melakukan gerakan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan juga menjadi capaian yang diharapkan,” kata Cicilia.

Secara sederhana, Cicilia mencontohkan gerakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga lingkungan adalah dengan menggunakan air dan listrik sesuai dengan keperluan, jangan membuang sampah sembarangan, pilah dan kelola sampah dari rumah/sekolah, hindari plastik sekali pakai dan belanja menggunakan tas daur ulang.

“Makan dan minum sampai habis, menanam dan memelihara pohon, mencintai flora dan fauna, dan mengikuti berbagai aksi di bidang lingkungan,” katanya.

Kader Gemilang Memulai Perubahan

Kader Gemilang LDII
Pemaparan materi oleh Hj. Erni Suhaina Ilham Fadzry, S.Pd.I.

Sementara itu, Hj. Erni meminta kader GEMILANG untuk memulai perubahan ini dari niat. Menurut tuntunan Nabi Muhammad SAW menyingkirkan duri yang kecil pun bisa memperoleh pahala.

“Mengolah sampah itu merupakan ibadah. Menyingkirkan duri di jalanan saja mendatangkan pahala,” jelas penerima 3 rekor MURI atas gaun daur ulang yang terbuat dari aneka sampah.

Perilaku-perilaku sederhana yang dilakukan oleh masyarakat, namun dilakukan secara istiqomah, terus menerus dapat turut menyelamatkan bumi dari ancaman sampah. Mari mulai memilah sampah kita agar menjadi berkah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *