Inilah Cara Menyelesaikan Masalah dengan Berpikir Ala Detektif Legendaris, Sherlock Holmes

Sherlock Holmes
Sherlock adalah tokoh detektif legendaris dengan pemikirannya yang rasional, logis, tidak mudah terbawa perasaan, dan menggunakan observasi dalam menyelesaikan masalah. (Foto: Blu-ray.com)

Jogjakeren.com – Kemampuan otak manusia dalam memecahkan masalah dan merancang solusi kreatif merupakan salah satu aspek penting dalam menghadapi tantangan hidup. Namun, sebagian dari kita mungkin belum sepenuhnya memahami bagaimana otak bekerja dalam proses berpikir dan penyelesaian masalah.

Dalam sebuah podcast Si Kutu Buku pada episode “Cara Berpikir seperti Sherlock Holmes Mastermind”, mengulik strategi meningkatkan pemikiran kritis dan solutif. Di episode kali ini membahas buku karya Maria Konnikova dengan judul Mastermind: How to Think Like Sherlock Holmes.

Walupun Sherlock Holmes hanyalah tokoh fiksi, tetapi kita dapat mengambil inspirasi pendekatan berpikir kritis dan solutif dari detektif legendaris ini. Melalui buku tersebut, terdapat tiga konsep kunci dalam mengatasi berbagai masalah:

  1. 2 Sistem 1 Otak: Pikiran Sadar v.s. Autopilot

Salah satu konsep mendasar yang dibahas dalam buku tersebut adalah tentang dua sistem dalam otak manusia, yaitu pikiran sadar dan autopilot. Keduanya bekerja secara bersamaan, tetapi sistem berpikir yang berbeda.

Pikiran sadar berperan dalam berpikir aktif untuk memecahkan masalah, menganalisis situasi, dan mengembangkan solusi. Sistem ini mengandalkan pemikiran yang rasional, penuh logika, tidak mudah terbawa perasaan, dan menggunakan observasi.

Di sisi lain, sistem autopilot atau refleks cenderung mengandalkan respons instan dan kebiasaan yang telah tertanam. Kita sering cenderung memilih jawaban pertama sebagai reaksi tanpa mempertimbangkan secara mendalam.

Namun, kecenderungan untuk mengandalkan sistem autopilot bisa membatasi kemampuan kita dalam mencari solusi kreatif. Pikiran sadar memerlukan energi lebih untuk beroperasi sehingga kita sering kali cenderung mengubah banyak aspek berpikir kita menjadi rutinitas. Oleh karena itu, pentingnya menyadari dualitas sistem ini untuk mengarahkan pikiran sadar kita untuk berpikir secara lebih analitis dan kreatif.

  1. Cara Otak Berkerja secara Konten dan Terstruktur

Dalam perbandingan yang menarik, otak diibaratkan sebagai suatu loteng yang memiliki ruang untuk menyimpan informasi dalam bentuk konten dan struktur. Konten mencakup pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang disimpan dalam bentuk “paket” yang dapat dipindah-pindah.

Sementara itu, struktur adalah cara otak mengatur dan menyimpan informasi tersebut. Otak secara dinamis mengubah struktur ini, menambahkan informasi baru, dan menghapus yang tidak relevan.

Apabila kita menghubungkan pengalaman masa lalu dan menjadikan informasi saat ini relevan, maka informasi tersebut akan tersimpan dalam jangka panjang. Hal ini disebutkan sebagai satu “ruangan” penting agar informasi yang diperoleh tetap diingat.

  1. Berpikir ala Sherlock Holmes: Berhenti Sejenak dan Berpikir Kreatif

Dalam menghadapi masalah, sering kali kita terburu-buru mencari solusi tanpa memberi waktu bagi otak kita untuk berpikir secara mendalam. Pendekatan yang disarankan dalam podcast ini adalah “berhenti sejenak sebelum memulai,” meniru sikap analitis Sherlock Holmes.

Berhenti sejenak memberikan kita kesempatan untuk memeriksa masalah dengan sudut pandang yang lebih luas dan objektif. Pentingnya menghindari reaksi instan dan adanya jarak tersebut, masalah dapat teratasi dengan lebih akurat serta efektif.

Kreativitas juga menjadi elemen penting dalam penyelesaian masalah. Perlu bagi kita untuk menggabungkan hasil observasi yang didapatkan sebelumnya, menjelajahi kombinasi yang berbeda, dan sesuatu yang sekilas tidak berhubungan.

Dengan mengerti bagaimana otak bekerja dalam berpikir dan menyelesaikan masalah, kita dapat melatih diri untuk menjadi lebih efektif dalam menghadapi tantangan. Menggunakan pendekatan yang sistematis, berpikir reflektif, dan menggabungkan kreativitas akan membantu kita mengatasi hambatan dengan cara yang inovatif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *