Jadi Pemateri Musda VII Kulon Progo, Kepala BKKBN RI Apresiasi Tri Sukses LDII

Kepala BKKBN RI

Jogjakeren.com – Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Kabupaten Kulon Progo sukses diselenggarakan di Joglo Sastro Pawiro, Sabtu (21/5/2022) lalu. Musda dibuka oleh Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo. Pada sesi pembekalan, Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo, SP. OG(K) berkesempatan mengisi materi di hadapan peserta Musda yakni pengurus PC dan PAC LDII se-Kulon Progo.

Dalam paparannya, dr. Hasto memberikan arahan bagaimana membentuk keluarga berkualitas, terutama kepada keluarga muda yang nantinya akan meneruskan perjuangan bangsa. “Bonus demografi harus dimanfaatkan secara maksimal. Keluarga muda harus memiliki kualitas yang baik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah usia produktif yang bekerja dan tidak menganggur agar tidak menjadi beban,” paparnya.

Terkait keluarga berkualitas, BKKBN memiliki indikator berupa i-Bangga atau Indeks Pembangunan Keluarga. i-Bangga terdiri dari 3 faktor, yaitu tenteram, mandiri, dan bahagia.

Read More
i-Bangga
i-Bangga (Indeks Pembangunan Keluarga) oleh Kepala BKKBN RI

Tenteram berarti keluarga paham betul praktik beragama dan memiliki akhlak yang mulia. Mandiri berarti keluarga memiliki nilai kerja keras yang tinggi dan diiringi dengan kebiasaan hidup hemat atau tidak boros. Lalu bahagia artinya keluarga harus dijalin secara harmonis dan bergotong royong. Baik antar anggota keluarga maupun antara keluarga dengan lingkungan masyarakat.

“Saya kenal betul bagaimana pengurus LDII menyosialisasikan hal ini kepada satu-satunya keluarga. Mendengungkan kepada warganya untuk kerja keras dan tidak boros. Contoh saja merokok, masih banyak keluarga yang antri bantuan tunai 500 ribu per bulan. Padahal mereka (mengeluarkan) uang merokok bisa 600 ribu per bulan. Makanya nilai Tri Sukses dari LDII ini sudah luar biasa.” ujar Hasto.

Selain itu, ia juga menyampaikan kritikannya kepada pemuda yang akan menikah. Jangan sampai yang diurusi oleh calon pengantin dan orangtua hanya gedung dan katering saja. Pemeriksaan kesehatan kedua mempelai juga harus dipersiapkan. Sehingga ia berpesan kepada seluruh warga LDII untuk mementingkan persiapan membina keluarga yang sehat dan berkualitas.

“Pemeriksaan kesehatan itu murah bapak ibu semua. Jauh lebih murah dari pada foto pre wedding. Di puskesmas insyaallah cukup 100 ribu kurang lebih. Jangan sampai yang murah tapi penting kalah dengan yang mahal tapi tidak terlalu penting,” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *