Jalin Keakraban, Remaja LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman Gelar ‘Rama Shinta’

Remaja LDII
Keakraban remaja LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman bertemakan Rama Shinta, Minggu (28/8/2022).

Jogjakeren.com – Remaja LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman mengadakan keakraban Rama Shinta bertemakan “Rajut Masa Depan Satukan Hati Dalam Ikatan Cinta”. Keakraban diikuti 146 peserta remaja usia siap menikah di Masjid Baitul Muttaqin, Banjarharjo, Ngemplak, Sleman, Minggu (28/8/2022).

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menambah akrab remaja putri dan putra, memberikan pembekalan kepada remaja putri dan putra usia siap menikah tentang manajemen hati, persiapan menuju jenjang pernikahan, cara memilih pasangan dan tentang ilmu pranikah lainnya baik dari segi agama maupun dari ilmu psikologi.

Read More
Remaja LDII
Keakraban Rama Shinta diawali dengan outbond.

Diawali dengan acara outbond bersama untuk saling mengenal antar peserta, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) membahas seputar permasalahan percintaan anak muda, mengatur hati supaya tidak salah langkah dalam jatuh cinta, persiapan sebelum menikah dan permasalahan lainnya yang berhubungan dengan pranikah.

Acara dilanjutkan dengan talkshow membahas seputar pranikah dengan narasumber Ustadz Rosyid Kurniawan dan Ustadzah Anita Catur Fauziati yang menerangkan hukum syariat di dalam pernikahan. Selanjutnya Sakti Al Fattaah, S.I.P., M.I.Kom yang memberikan motivasi tentang menikah di usia muda dan Novelyna Yusraningdyah, S.Psi. yang menjelaskan ilmu pranikah dalam psikologi.

Remaja LDII
Pemteri ‘Rama Shinta’ menghadirkan Public Speaking Mentor Sakti Al Fattaah, S.I.P., M.I.Kom. (baju biru).

“Acara ini sangat positif sekali, harapannya dengan adanya acara ini, dikemudian hari para remaja bisa saling kenal satu sama lain. Jangan sampai kita sering mengaji bersama tapi tidak saling mengenal, acara ini juga melatih kemandirian dalam rangka mempersiapkan diri ke jenjang pernikahan,” ujar Sakti yang pernah menjadi News Anchor NET TV.

Public Speaking Mentor ini pun menambahkan, dengan acara ini pula semoga para remaja bisa tercerahkan tentang pernikahan seperti apa, “Jangan takut untuk menikah, jika belum siap dari berbagai macam aspek, remaja harus mempersiapkan dirinya baik secara ekonomi, mental, spiritual dan lain-lain sedini mungkin,” tambah Sakti.

Senada dengan Sakti, Ust. Rosyid mengingatkan bahwa menikah adalah sunnah dari nabi dan masalah jodoh sudah ada qodarnya, “Ketika belum bertemu jodohnya, maka persiapkan dirimu dan cintai seseorang karena Allah,” ujarnya.

Remaja LDII
Pemateri ‘Rama Shinta’ dari sisi agama Ustadzah Anita Catur Fauziati (kiri) dan dari sisi psikologi Novelyna Yusraningdyah, S.Psi. (kanan)

Adapun persiapan pranikah dari sisi agama, Ust. Rosyid merinci seseorang harus mengetahui beberapa hal di antaranya, calon suami/istri apakah ada hubungan mahram atau tidak, apa saja hak dan kewajiban suami/istri, harus mengetahui hukum tentang talak dan ketika sudah menikah segera memahami masa idah.

Sementara dalam memilih pasangan, Ustadzah Anita memberikan petunjuk agar memilih calon suami/istri yang baik agamanya untuk menghindari sering munculnya konflik, kemudian baik akhlaknya, karena akhlak merupakan cerminan cintanya seseorang kepada Allah.

Menurutnya, menikah itu salah satu cara menemukan jalan hidup, “Menikahlah sebelum kamu mapan agar anak-anakmu bisa merasakan apa itu perjuangan hidup, menikahlah ketika sudah siap atau mampu, bukan ketika sudah kaya,” jelasnya.

Secara psikologi, penting belajar ilmu pranikah. Dengan demikian, calon suami/istri akan mengetahui peran dan konsekuensinya setelah menikah. “Pernikahan adalah proses tumbuh berdua, untuk itu jangan terlalu tegas untuk sebuah pencapaian yang nantinya akan merusak ekspektasi, pastikan standar tertinggi adalah agama,” pesan Felin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment

  1. Maaf.. itu bukan muhrim..🙏🙏
    Tapi mahrom..

    Muhrim (orang berpakaian ihrom)
    Mahrom (orang yang harom (dinikah))