Kejurprov Pencak Silat Remaja VI Pertemukan PERSINAS ASAD dengan Sahabat Perguruan

Sahabat Perguruan Pencak Silat Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dalam Kejurprov Pencak Silat Remaja DIY
Sahabat Perguruan Pencak Silat Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dalam Kejurprov Pencak Silat Remaja DIY

Yogyakarta (25/6) – Pengurus Provinsi (Pengprov) Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menghelat Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Remaja VI di GOR Cangkring, Kulon Progo, DIY, Minggu (25/6/2023). Gelaran bertajuk “Pendekar Berkarakter Luhur Pusaka Pemersatu Bangsa” ini juga menyandingkan jajaran Pengprov PERSINAS ASAD DIY dengan lima perwakilan sahabat perguruan pencak silat saat upacara pembukaan.

Selain Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD, Pengprov PERSINAS ASAD DIY, dan Pengkab PERSINAS ASAD dari semua kabupaten/kota se-DIY beserta jajaran, tampak pula Raden Tumenggung Suryadi. Pendekar yang lebih dikenal sebagai Kyai Suryo Rakso Hastro merupakan sesepuh Perguruan Satriotomo Yogyakarta. Hadir pula beberapa perwakilan sahabat perguruan pencak silat, di antaranya Perguruan Pencak Silat Perisai Diri, Perguruan Pencak Silat POPSI Bhayu Manunggal, Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), Perguruan Pencak Silat Walet Puti, dan Perguruan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa.

Dalam sambutannya, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DIY Kapten (Purn) H. Sardjiman sangat mengapresiasi kehadiran ketua atau perwakilan perguruan pencak silat dalam naungan IPSI sebagai rumah besar bersama. “IPSI rumah besar kita. Mudah-mudahan dengan acara ini, secara tidak langsung kita membina persatuan dan kesatuan bangsa,” harap H. Sardjiman.

Bacaan Lainnya

Kehadiran para sahabat perguruan pencak silat ini juga diapresiasi oleh Ketua Harian Pengda IPSI DIY Ir. R. Hadi Hargana. Secara khusus, R. Hadi Hargana memanggil satu persatu kepada masing-masing perwakilan sebelum memulai sambutannya.

R. Hadi Hargana yang juga menjabat Ketua Umum IPSI Kabupaten Sleman berpesan agar senantiasa menjaga persahabatan dan jalinan silaturrahim yang ada. Pertandingan bukan untuk mencari lawan, tetapi mencari kawan. “Naik tanpa menjatuhkan, saya jadi teringat pesan sesepuh kita menang tanpo ngasorake. Satu orang musuh itu terlalu banyak, seribu teman itu kurang,” tutur R. Hadi Hargana.

Kebersamaan perguruan pencak silat di DIY diabadikan saat pemukulan gong yang menandai dibukanya Kejurprov Pencak Silat Remaja secara resmi. Acara dirangkai dengan ramah tamah di ruang transit, tampak semuanya menikmati hidangan yang disediakan dalam satu meja secara bersama-sama.

PERSINAS ASAD berharap dengan adanya perhelatan Kejurprov Pencak Silat Remaja ini juga memberikan sumbangsih dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui pencak silat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *