Sleman, Jogjakeren.com – Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam upaya pendidikan karakter. Ciri khas Pramuka adalah belajar di alam terbuka, metode menarik dan menantang baik dalam menyampaikan materi kepramukaan maupun membumikan karakter luhur.
Oleh karena itu, SMA Insan Mulia Boarding School Sleman Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan perkemahan dan penilaian pramuka di bumi perkemahan Desa Wisata Sejarah Kelor, Desa Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, DIY pada tanggal 12-13 Juni 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan XI serta didampingi oleh panitia guru. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam, mengembangkan kemampuan diri, mengatasi tantangan yang dihadapi, dan menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
Hal ini sejalan dengan 6 Tabiat Luhur yang ingin dikembangkan oleh SMA Insan Mulia Boarding School Sleman Yogyakrta yakni jujur, amanah, mujhid muzhid, rukun, kompak dan kerja sama yang baik.

Dalam asuhan kakak pembina Faqih Saputra dan Ali Azhar, 5 sangga putri dan 3 sangga putra berhasil survive dalam menjalankan keseluruhan rangkaian kegiatan. Mulai dari mendirikan tenda, lomba cerdas cermat ranking 1, hasta karya membuat kreasi dari sampah/ barang bekas. Disusul dengan beragam kegiatan yang menantang yaitu tali temali membuat tali peluit dan pionering. Ada juga lomba masak dan soal sandi.
Adapun peserta yang tidak ikut lomba, mereka memasak untuk makan siang. Sementara pada malam harinya diadakan api unggun dan games, serta keesokan pagi harinya senam pagi lalu diakhiri dengan jelajah kampung. Dalam kegiatan jelajah kampung ini terdapat 4 pos yaitu pos 1 untuk mengasah pengetahuan umum kepramukaan, pos 2 menaksir tinggi, pos 3 penglihatan, dan pos 4 Kim pengecap.
“Hujan deras melanda pada saat kami mendirikan tenda. Namun tidak menyurutkan niat kami. Kami bertekad bulat, tenda harus segera berdiri. Dan alhamdulillah berhasil,“ ungkap Nazifa Izzati siswi kelas XI mengemukakan kisahnya.
Sementara Ali Azhar menilai dalam kegiatan kemah tahun ini para peserta sudah mampu menerapkan 6 Tabiat Luhur dan juga bisa lebih survive dan bersemangat. Terlebih pada saat acara api unggun mereka mendapatkan motivasi langsung dari ketua Yayasan Bina Insan Karakter Indonesia An Nur Budi Utama, S.T.

CEO Deepublish ini menceritakan kisah perjalanan awal mula bisnisnya yang bergerak di bidang percetakan yang bermodalkan mesin foto copy, yamg mana saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa. Namun berkat ketekunan dan ketelatenan serta berdoa secara sungguh-sungguh usahanya berkembang dan maju dengan pesat. Selain itu juga memberikan tips untuk bisa berhasil masuk Top Five University di Indonesia dengan cara mengatur waktu belajar dengan baik. Tidur jam 10 malam lalu pada sepertiga malam yang akhir bangun untuk sholat dan doa malam.
Selanjutnya pada acara penutupan, Faqih Saputra selaku kakak pembina menyampaikan ulasan dari keseluruhan materi dan kegiatan pada kemah kali ini. Merujuk ucapan Boden Powell bahwa beberapa hari kita belajar di kemah itu lebih baik daripada belajar di kelas. Karena kemah merupakan belajar simulasi kehidupan dalam waktu yang singkat. Kita harus menjadi pribadi yang baik dan tidak menjadi beban di masyarakat.
Sedangkan terkait dengan 6 Tabiat Luhur harus rukun kompak dalam mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dalam pembagian tugas. Serta biasakan berkata jujur, amanah, dan mujhid muzhid. Permainan dengan menggunakan sedotan pada ice breaking mengandung unsur filosofi memberi dan menerima. Kita tidak hanya fokus pada apa yang kita terima, namun juga apa yang kita beri.
Pesan terakhirnya mengutip wejangan Ki Ageng Suryo Mentaram “Saiki ning kene mangkene aku gelem” (sekarang di sini seperti ini aku mau/menerima dengan ikhlas). Jadi kita diharapkan fokus pada apa yang kita miliki, perdalam, agar kita menjadi pribadi dengan skill yang unik. Fokus untuk memikirkan masa depan kita masing-masing.





