Kenali Perkembangan Anak 2-6 Tahun secara Fisik dan Sosioemosional

  • Whatsapp
Perkembangan anak
Perkembangan anak secara psikologi (sumber: initentangpsikologi.com)

Jogjakeren – Anak yang berumur 2 tahun sampai 6 tahun merupakan masa kanak-kanak awal. Setiap individu adalah cerminan dari kehidupan yang dijalaninya, karena perkembangan positif yang dialami seseorang akan berdampak positif pada perilaku seseorang mulai dari dalam kandungan sampai usia meninggal.

Bagaimana perkembangan yang terjadi pada masa kanak-kanak awal dan bagaimana sikap yang patut diberikan? Yuk simak penjelasan di bawah ini.

Bacaan Lainnya

Perkembangan Fisik

Cepat tidaknya pertumbuhan dan perkembangan fisik anak sangat tergantung dengan gizi yang diberikan. Salah satu perkembangan fisik yang paling penting dan berlangsung sangat cepat pada anak di usia ini adalah perkembangan otak dan sistem saraf yang berkelanjutan. Ketika anak-anak mencapai usia 3 tahun kapasitas otaknya adalah 75% otak orang dewasa. Pada usia 6 tahun otaknya hampir sempurna seperti otak dewasa.

Namun, selain gizi dari makanan maupun berupa pengenalan dan pembiasaan anak terhadap perilaku yang positif, salah satu contoh pembiasaan yang baik yaitu orang tua mencontohkan kepada anak untuk mencium tangan dan mengucapkan salam pada saat keluar masuk rumah.

Perkembangan Sosioemosional

Perkembangan sosial anak-anak akan terus meningkat sesuai dengan pertumbuhan usianya. Salah satunya perkembangan sosial dengan teman sebaya. Mereka anak-anak akan merasa nyaman bermain dengan teman-teman yang rentang usianya tidak jauh berbeda dengannya.

Kelompok teman sebaya memiliki fungsi dan memberikan manfaat terhadap perkembangan sosial emosional dari anak itu sendiri. Salah satu fungsinya yaitu menyediakan salah satu sumber informasi dan perbandingan tentang dunia di luar keluarga.

Sebagian besar interaksi teman sebaya selama masa anak-anak melibatkan permainan. Fungsinya untuk meningkatkan hubungan pertemanan dengan teman sebaya, mengurangi tekanan, meningkatkan perkembangan kognitif (termasuk bahasa), dan meningkatkan daya jelajah mereka tentang sesuatu yang baru. Informasi dan pengetahuan yang diberikan kepada anak akan cepat meresap dan menjadi pengalaman yang akan terus diingat oleh anak ketika perasaan mereka senang bahkan jauh dari kecemasan atau ketakutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *