Waspada! Tidur Setelah Subuh Berdampak Buruk Bahkan Lazy Syndrome

  • Whatsapp
Tidur Setelah Subuh
Ilustrasi tidur di pagi hari (sumber: www.lpmdinamika.co

Jogjakeren – Apakah sobat sering merasa mengantuk setelah subuh? Seberapa sering sobat tidur di pagi hari? Selama Ramadan, apakah sobat sering tidur lagi selesai sahur? Jika iya, waspada! Bisa menimbulkan lazy syndrome sampai tidak produktif.

Tidur di pagi hari ataupun setelah subuh merupakan momen yang sangat dinanti bagi kebanyakan orang yang begadang malam. Hal itu bisa jadi terjadi karena banyaknya pekerjaan atau tugas keasikan nonton, menghabiskan bonus kuota midnight, ataupun lupa waktu ketika bermain game. Padahal, tidur di pagi hari memiliki banyak dampak negatif, salah satunya dapat merusak kesehatan fisik maupun psikologis.

Bacaan Lainnya

Secara Fisik

Kebutuhan waktu tidur seseorang ini bisa berbeda tergantung pada usia, gaya hidup, dan kondisi kesehatannya. Walau demikian, rata-rata orang dewasa memerlukan tidur antara 7-9 jam/hari. Tidur di pagi hari karena semalaman begadang sudah pasti membuat waktu tidur berkurang.  Menurut Alodokter ada beberapa bahaya tidur pagi yang ditimbulkan dari segi medis, antara lain:

1. Peningkatan Risiko Kanker

Apakah sobat sering bekerja atau begadang sampai larut malam? Apakah setelah itu sobat tidur di pagi harinya?

Beberapa studi menyebutkan bahwa sebagian pasien kanker memiliki kebiasaan sering begadang atau tidur kurang dari 7 jam. Penelitian para dokter di National Taiwan Hospital menemukan bahwa tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang merupakan penyebab utama kerusakan hati.

2. Diabetes Mellitus

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kurang tidur di malam hari atau kebiasaan tidur di pagi hari, atau bahkan tidur terlalu lama dapat merusak sistem metabolisme tubuh. Rusaknya sistem metabolisme mengakibatkan tubuh kesulitan mengendalikan gula darah. Selain itu, produksi insulin menjadi rendah sehingga tubuh tidak mampu mengubah gula darah menjadi energi.

3. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Sering tidur pada pagi hari dan kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung dan stroke. Kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh. Kedua hal inilah yang akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Secara Psikologi

Selain berdampak buruk pada kesehatan fisik, secara psikologi tidur pagi juga berdampak buruk. Apa saja itu? Yuk simak dampak-dampaknya berikut.

1. Lazy Syndrome

Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Soleh Amini mengungkapkan kebiasaan tidur pada pagi hari atau setelah subuh akan menimbulkan lazy syndrome atau sindrom kemalasan. Pasalnya, waktu subuh merupakan waktu ternikmat untuk tidur. Akibatnya orang cenderung malas dan enggan beraktivitas sehingga menjadikan tidak produktif.

2. Mudah Lupa dan Sulit Berkonsentrasi

Waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit untuk mengingat.  Saat tertidur, tubuh beristirahat dan memperbaiki sel-sel dan jaringan otak. Apabila seseorang kurang tidur, maka jaringan otaknya akan kekurangan oksigen dan energi sehingga mudah lupa.

Selain mudah lupa, kurang tidur yang berkualitas dapat menyebabkan seseorang akan lebih sulit untuk fokus bekerja atau belajar, sehingga dapat menurunkan produktivitas saat bekerja ataupun belajar.

3. Mood Mudah Berubah dan Peningkatan Stres

Kurangnya tidur di malam hari dalam jangka yang panjang dapat menyebabkan perubahan mood, membuat emosi seseorang menjadi kurang stabil, bahkan peningkatan stres. Berdasarkan penelitian Miftahul, dkk (2019) tidur di pagi hari dapat meningkatkan kecemasan dan stres mahasiswa.

Orang-orang Jepang sudah terbiasa memulai aktivitas di pagi hari. Mereka justru beristirahat ketika matahari mulai meninggi sekitar pukul 09.30 WIB. Jika memang seseorang sangat mengantuk karena mungkin malam harinya kurang istirahat, lebih baik tidur lagi ketika matahari sudah terbit. Jadi orang tersebut tetap memiliki kesempatan melewati masa subuh dengan produktif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *