Kenali UGM Dari Dekat, SMA IMBS Yogyakarta Gelar Tour Kampus

SMA IMBS
Siswa SMA IMBS Yogyakarta menyimak penjelasan Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Atus Syahbudin, tentang minat dan bakat di Fakultas Psikologi UGM, Sabtu (18/1/2025).

Sleman, Jogjakeren.com – Siswa siswi kelas XII IPS SMA Insan Mulia Boarding School Yogyakarta melakukan tour kampus ke UGM pada Sabtu (18/1/2025). Pada kesempatan ini, fakultas yang menjadi tujuan tour SMA terakreditasi A ini adalah fakultas dalam rumpun sosial humaniora (soshum).

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kepada siswa keadaan kampus-kampus di fakultas soshum dan merasakan atmosphernya sehingga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Karena sebentar lagi kelas XII akan bertarung di seleksi nasional untuk masuk perguruan tinggi negeri baik melalui jalur prestasi maupun jalur tes.

“Dengan mengenal lebih dekat kami berharap mereka akan semakin bersemangat dalam belajar. Dan semakin menyadari bahwa kualitas memang harus dibayar dengan harga mahal yaitu dengan tekun berdoa dan belajar,” ungkap Wali Kelas XII IPS Jumiati, S.Pd.

Read More

Tour kampus UGM ini, kata Jumiati, dilaksanakan dengan jalan kaki, mengambil rute mulai dari kopi lembah UGM menuju ke Fakultas Filsafat. Kemudian menuju ke Jalan Sosial Humaniora untuk mengenal Fakultas Psikologi, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Budaya, dan Grha Sabha Pramana. “Dilanjutkan ke gedung rektorat, lalu menyusuri jalan antara Fakultas Kehutanan dan Pertanian lalu kembali ke kopi lembah lagi,” imbuhnya.

Dalam perjalanan tour kampus ini, pemandu tour adalah Dosen Fakultas Kehutanan UGM Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. Ia menjelaskan gambaran umum tentang setiap fakultas yang dikunjungi dan memberikan motivasi serta penguatan materi tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan siswa saat memilih program studi. Antara lain adalah dengan memperhatikan bakat minat dan peluang kerja. Juga keselarasan antara kemampuan berpikir, pembiayaan serta akhlak yang baik. “Sehingga kelak bisa meraih sukses,” ucap Atus.

SMA IMBS
Atus Syahbudin saat memberikan motivasi belajar di halaman Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Lebih lanjut dijelaskan awardee beasiswa MEXT Jepang ini bahwasannya bakat adalah kemampuan diri dalam melakukan sesuatu lebih cepat daripada orang lain. Bakat bisa dilatih tetapi jika sudah ditemukan lebih awal ada dalam diri maka bisa langsung start. Melihat kekuatan diri juga penting. “Kita dapat menemukan bakat dengan cara sederhana yaitu dari kebiasaan dan bertanya kepada orangtua yang telah mendampingi kita sejak lahir,” ujarnya.

Sedangkan minat adalah kecenderungan seseorang dalam menyukai atau tertarik pada suatu hal. Misalkan minat pada bidang olahraga, seni, sains, organisasi, kuliner, dan lain-lain.

Namun, menurutnya, minat saja belumlah cukup. “Butuh bakat besar supaya cepat sampai pada cita-cita. Oleh karena itu, ketika sudah punya bakat minat segeralah bercita cita. Karena jika ada cita-cita maka akan bisa lebih fokus. Dilatih terus fokus sampai mendapatkan hasil yang diimpikan. Bukan masalah pintar dan tidak, namun kemampuan fokus akan mampu mengantarkan kita pada impian,” jelas reviewer beasiswa LPDP ini.

Tentang peluang kerja, Atus mengingatkan fenomena dua sampai tiga dekade ke depan. Dimungkinkan akan ada sedikitnya 10 jenis lapangan pekerjaan hilang yang akan digantikan oleh artificial intelligent (AI). Misalkan teller, resepsionis, kasir, sopir, bankir, dll. Dan akan muncul jenis pekerjaan baru yaitu ahli AI, analist program, pemrograman, ilmu komputer, dll.

Pada kesempatan itu, Hafizdtiani Rizky Akbari salah satu siswi peserta tour kampus ini mengaku senang. “Kami dapat melihat langsung keadaan fakultas soshum UGM dan mendapatkan penguatan penjelasan tentang tips memilih program studi serta motivasi. Pada fase kami kelas XII ini diakui terkadang harus melalui masa galau, bingung mau pilih prodi dan kampus mana. Namun, dengan bimbingan dan pengarahan kami akan berusaha memilih sesuai bakat minat dan peluang kerja. Terus berdoa dan belajar dengan giat serta tak lupa memohon doa restu kedua orangtua,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *