KKN-PPM UGM: Dari Sampah hingga Energi Surya, Wujudkan Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan

KKN PPM UGM
Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II mewujudkan sekolah Adiwiyata di Budi Utomo Boarding School Tarakan.

Kalimantan Utara, Jogjakeren.com – Mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga kebiasaan sederhana mengelola sampah, menjaga kebersihan, dan mengenal energi terbarukan.

Semangat ini diusung mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II di Budi Utomo Boarding School Tarakan, lewat serangkaian program edukasi dan praktik untuk memperkuat budaya sekolah Adiwiyata.

KKN PPM UGM
Mahasiswa KKN-PPM UGM mengedukasi siswa tentang pembuatan eco-enzyme dari sampah sisa buah dan sayuran.

Mengubah Sampah Menjadi Sesuatu yang Bernilai

Mahasiswa mengedukasi siswa tentang pemilahan sampah berdasarkan jenisnya—organik, anorganik, dan B3—lengkap dengan pengenalan tempat sampah terpilah agar siswa terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya.

Read More

Sampah anorganik yang masih bernilai guna diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi, sementara sisa buah dan sayuran dari aktivitas sekolah dimanfaatkan lewat pembuatan eco-enzyme sebagai cara mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang bisa dipakai kembali (Nurjanna dkk., 2025, Jurnal Abdidas).

Membiasakan Hidup Bersih dan Sehat

Selain pengelolaan sampah, mahasiswa juga memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga menerapkan pola hidup sehat sehari-hari, agar semangat Adiwiyata juga tercermin dari perilaku warga sekolah, bukan hanya dari lingkungan yang bersih dan hijau.

KKN PPM UGM
Siswa diperkenalkan energi terbarukan melalui panel surya.

Mengenal Energi Surya sebagai Energi Alternatif

Siswa juga diperkenalkan pada energi terbarukan melalui panel surya, lengkap dengan demonstrasi sederhana yang memperlihatkan bagaimana energi matahari diubah menjadi listrik—sekaligus memahami pentingnya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Semangat Adiwiyata turut diwujudkan lewat penghijauan lingkungan sekolah. Para mahasiswa melakukan penanaman bibit mangga dan rambutan untuk ditanam bersama siswa, sebagai kesempatan terlibat langsung menjaga lingkungan sekaligus menambah ruang hijau sekolah.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana: memilah sampah, mengolah limbah organik dan anorganik, menerapkan PHBS, mengenal energi surya, hingga menanam pohon.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *