Jogjakeren.com – Dalam budaya Jawa, dikenal istilah ‘Trah’. Trah adalah garis silsilah keturunan. Biasanya Trah ini berkumpul satu tahun sekali dalam momen lebaran. Namun ada juga yang dilaksanakan satu bulan sekali dengan agenda rutin arisan keluarga.
Trah dibuat bukan tanpa tujuan. Tujuan pertama adalah ‘ngumpulke balung pisah‘ (mengumpulkan saudara-saudara yang terpisah) dan yang paling penting adalah menjaga budaya dalam garis keturunan tersebut.
Kegiatan rutin Trah Nitiduriyo dilakukan dalam waktu tiga bulan sekali. Setiap kumpulan trah diisi dengan pengajian. Pada kesempatan itu, mendatangkan pemateri dari mubaligh LDII Bantul yakni Ustadz Gunawan.
Ia mengkajikan Alquran dan Alhadist Shohih Bukhori kepada 70 peserta yang bertempat di rumah H. Sandiyono, Ngepet, Srigading, Sanden, Bantul, Minggu (6/3/2022).
Pada pengkajian Alquran, Ust. Gunawan menyampaikan tentang mengesakan Allah dan tidak boleh menyekutukan Allah. Sementara Alhadist mengkaji tentang permulaan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.
“Sebagai orang Islam, dalam setiap perbuatan kita merujuk pada Alquran dan Alhadist. Dengan mengkaji Alquran dan Alhadist ini sudah benar dan tepat sebagai pedoman kita dalam beribadah kepada Allah,” terangnya.
Selain itu, sebagai warga negara yang hidup di tengah-tengah masyarakat, pihaknya berpesan agar berperilaku yang baik, saling menjaga kerukunan dengan tetap merujuk pada ketentuan Allah Rasul.





