Yogyakarta, Jogjakeren.com – Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan, menilai kunci kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terletak pada penguatan pola pikir para pelakunya, sebelum mendapatkan dukungan modal dan teknologi yang masif. Menurutnya, langkah awal ini paling penting sebelum masuk ke peningkatan kapasitas teknis adalah mengubah cara berpikir.
Dikutip harianjogja.com, Oleg Yohan menekankan bahwa penguatan mindset atau pola pikir adalah langkah awal yang krusial bagi pelaku UMKM sebelum menjalani pelatihan atau peningkatan kapasitas usaha. Dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan setiap Jumat sore di Omah Sedoyo, Kemantren Tegalrejo, fokus pelatihan diubah. Upaya tersebar diarahkan untuk merombak cara berpikir masyarakat, bukan hanya melatih keterampilan teknis dasar.
Perubahan ini penting untuk mengatasi rasa takut berlebihan terhadap risiko yang sering menghambat perkembangan usaha kecil. Tanpa pondasi mental yang kuat, pelatihan teknis seringkali sia-sia dan tidak diterapkan dengan maksimal. Ia berpendapat bahwa mengubah pola pikir membutuhkan proses yang dilakukan secara perlahan dan lebih konsisten.
Perubahan pola pikir yang didorong Oleg Yohan adalah mengubah pandangan pelaku UMKM agar tidak melihat kerugian sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses investasi bisnis. Untuk menanamkan pemahaman baru ini, Oleg tengah menyusun buku Bisnis itu Pasti rugi, Tapi Resikonya Kaya. Ia berharap bahwa di dalam kerangka berpikir pelaku usaha, kata ‘rugi’ akan digantikan dengan kata ‘investasi’.
Pola pandangan ini penting untuk membangun mentalitas tangguh, di mana setiap tantangan dilihat sebagai biaya yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang. Sebab, dalam dunia bisnis yang dinamis, kegagalan adalah guru terbaik. Mentalitas investasi mendorong mereka untuk terus mencoba dan berinovasi setelah mengalami kerugian kecil.
Selain perubahan pola pikir, pendampingan dalam pencatatan keuangan dan fasilitas akses permodalan menjadi langkah penting agar UMKM kuat secara finansial dan mampu menghadapi tantangan. Oleg bekerja sama dengan Bank Jogja dan Bank BPD untuk memberikan pemahaman tentang pembukuan usaha yang akurat.
Pendampingan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat menjalankan mekanisme peminjaman modal dengan benar dan memiliki dasar finansial yang kokoh. Kekuatan finansial ini diharapkan dapat mencegah pelaku UMKM patah semangat setelah melihat ketahanan sektor ini saat pandemi Covid-19 lalu. Pendampingan ini juga mencangkup literasi digital dasar agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar mereka ke tingkat nasional maupun global.
Kondisi pasar saat ini menuntut pelaku UMKM untuk bekerja lebih keras dan beradaptasi secara cepat, sehingga dinas terkait didorong untuk fokus pada pelatihan perubahan mindset mulai tahun 2026. Oleg Yohan menghindari istilah kondisi memburuk, melainkan menegaskan bahwa kondisi sekarang menuntun effort yang lebih besar dari para pelaku.
Oleh karena itu, ia mendorong Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Jogja untuk mulai tahun 2026 mendukung program pelatihan yang eksplisit fokus pada perubahan mindset. Program ini diusulkan sebagai pelengkap dari pelatihan yang selama ini sudah ada, seperti strategi penjualan dan penguasaan media sosial secara baik.





