Kurangi Sampah Plastik, Majelis Taklim Sambisari Bagikan Daging Kurban Gunakan Besek

Majelis Taklim Sambisari
Tampilan daging kurban yang dimasukkan ke dalam besek.

Jogjakeren.com – Seluruh warga Majelis Taklim Sambisari di bawah naungan PAC LDII Purwomartani melaksanakan ibadah kurban bersama, setidaknya ada 32 kepala keluarga yang ikut menyukseskan kurban tahun ini. Penyembelihan dilaksanakan hari Minggu 10 Juli 2022 di pelataran kompleks Masjid Ummu Dani Salamah, Purwomartani, Kalasan, Sleman usai melaksanakan salat id berjamaah.

Terdapat 5 ekor sapi dan 2 ekor kambing, hewan yang dikurbankan. Para warga sangat senang karena setelah sekian lama akibat pandemi Covid-19 kini bisa berkurban beramai-ramai kembali. Kesemangatan, kerukunan dan kekompakkan sangat terasa saat acara berlangsung.

Majelis Taklim Sambisari
Pembagian daging kurban oleh warga Majelis Taklim Sambisari ke warga sekitar.

Warga Majelis Taklim Sambisari mengganti wadah daging dari plastik menjadi besek bambu sebagai wujud mendukung program pemerintah untuk kurangi sampah plastik. Besek juga bisa digunakan berulang kali karena dari bahan yang ramah lingkungan sehingga baik untuk kesehatan.

Read More

Adapun hasil timbangan dari penyembelihan sapi yaitu seberat 725 kilogram untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, salah satu warga Majelis Taklim Sambisari yang berprofesi sebagai dokter hewan, drh. Niken Widarini memberikan edukasi tentang bagian hati pada daging sapi yang tidak sehat atau tidak normal kepada warga LDII sebelum ia melanjutkan tugas patroli mengecek ke masjid lainnya yang sedang melaksanakan ibadah kurban.

“Ciri-ciri hati sapi yang tidak normal yaitu warna tidak rata di beberapa bagian bisa warna merah hati namun bercampur dengan warna putih, tepi organ tumpul padahal normalnya adalah runcing atau tipis, permukaan tidak rata karena adanya tonjolan atau pembengkakan dan biasanya terdapat cacing hati,” terang dr. Niken.

Niken menambahkan, untuk memastikan apakah bagian hati pada daging sapi normal atau sehat dengan cara diiris atau dibuka, lalu kemudian dicek apakah ada cacing hati didalamnya. Jika mendapati hati daging sapi yang tidak sehat maka sebaiknya tidak dikonsumsi.

Di samping itu, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D yang juga mengikuti acara kurban mengaku bahagia melihat setiap warga LDII dapat menunaikan ibadah kurban dengan penuh semangat dan jumlah hewan kurban baik sapi maupun kambing mengalami peningkatan.

Amal sholih ini menjadi momentum bagus sekali untuk saling berbagi, saling memperhatikan, membantu para dhuafa dan menjadi kuat bersama,” ujar Atus.

Atus berharap kebiasaan baik warga LDII untuk menabung hewan kurban ini terus berlanjut serta uang tersebut senantiasa dikelola dengan jujur, amanah dan mujhid muzhid.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *