LDII, Muhammadiyah, dan NU di Desa Caturharjo Gelar Salat Id Berdampingan

LDII Caturharjo
Warga LDII Kecamatan Sleman melaksanakan Salat Id di SD Keceme 1, Senin (02/04/2022)

Jogjakeren.com – Bulan suci Ramadan telah berlalu. Kini saatnya umat muslim merayakan Idul Fitri 1443 H. Seluruh umat muslim menggelar salat id berjamaah di berbagai titik, tak terkecuali umat muslim LDII, Muhammadiyah, dan NU.

Pada idul fitri kali ini, umat muslim LDII, Muhammadiyah, dan NU di Desa Caturharjo mendapat kesempatan untuk melaksanakan salat id berdampingan. Salat id tersebut terlaksana pada Senin, 02 Mei 2022 di Dusun Ngaglik, Desa Caturharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Read More

Meskipun tidak dilaksanakan di satu titik, salat id tetap berjalan khidmat. LDII Kecamatan Sleman melaksanakan salat id di lapangan SD Keceme 1. Muhammadiyah melaksanakan salat id di Lapangan Keceme, persis di seberang SD Keceme 1. Sedangkan NU melaksanakan salat id di masjid Al-Ikhlas, dekat dengan Lapangan Keceme.

Alhamdulillahirabbilalamin, sudah dua tahun kita vakum tidak bisa melaksanakan salat hari raya di lapangan dan hanya dilakukan di masjid-masjid. Ini merupakan suatu hal yang menggembirakan. Dan Alhamdulillah juga bisa bersama-sama melaksanakan salat hari raya dengan teman-teman Muhammadiyah, dan teman-teman dari NU,” ucap Sukisno, S.H., M.M., Ketua PC LDII Kecamatan Sleman.

Beberapa tahun sebelumnya, warga Muhammadiyah melaksanakan salat id di lapangan sepak bola slayur yang berjarak sekitar 2 km dari lapangan Keceme 1. Namun, karena lapangan tersebut dijadikan sebagai wanadesa (hutan desa) dan wanawisata (wisata hutan), pemerintah desa menyediakan lapangan Keceme ini sebagai tempat salat id bagi warga Muhammadiyah.

“Ternyata setelah dilaksanakan disini (Lapangan Keceme), ada hikmah yang luar biasa yang selama ini tidak pernah kita rasakan yaitu indahnya kebersamaan antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan LDII, semuanya baru ketemu disini. Semuanya adalah saudara. Selama ini dengan LDII kita berjauhan secara fisik maupun hati, dengan NU juga, tetapi ternyata sekarang ada kebersamaan. Kedekatan fisik bahkan juga hati,” ucap Suparyanto, S.Pd. selaku Ketua PAC Muhammadiyah.

Selain mengucapkan syukur, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada LDII. “Ketika kita kerja bakti, warga LDII juga kerja bakti. Banyak sekali pro nya. Terutama kami mengucapkan terima kasih kepada LDII yang telah mem-back up keamanan. Terus terang kemarin saya meminta dari desa, tetapi telah dicukupkan oleh LDII, nah ini suatu kebaikan plus LDII yang menjadi garda depan di sini,” imbuhnya.

LDII Caturharjo
Para tokoh dan pengurus LDII, Muhammadiyah, dan NU melakukan silaturahmi setelah pelaksanaan salat id, Senin (02/04/2022)

Sementara itu, Wakil Dewan Penasihat DPD LDII Sleman sekaligus takmir masjid dan imam salat id, Drs. H. Suharno ikut menyampaikan rasa syukurnya. “Meskipun awal puasanya berbeda, Alhamdulillah untuk hari raya jatuh bersamaan. Ini adalah sebuah kebahagiaan bersama umat Islam. Alhamdulillah juga di Caturharjo ini tempat kegiatan salat id bisa berdampingan antara LDII, Muhammadiyah, dan NU. Ini menunjukkan bahwa di antara umat Islam yang ada di Caturharjo ini tidak ada permasalahan. Mereka saling kompak dan rukun untuk saling membina umatnya masing-masing,” tuturnya.

Guna mengurangi keramaian, para tokoh LDII, Muhammadiyah, dan NU membuat komitmen tidak tertulis untuk melaksanakan salat id dengan bergantian. Salat id diawali oleh LDII, diikuti oleh NU, dan terakhir Muhammadiyah.

Selain itu, untuk menghargai organisasi lain, para tokoh juga bersepakat untuk tidak menggunakan toa. Takbiran dan salat id tetap berlangsung dengan khidmat dan lancar meskipun menggunakan sound bawah.

Di samping itu, Kepala Desa Caturharjo Agung Wahyuriyanto SH ikut mengapresiasi berjalannya salat id yang berjalan lancar. “Alhamdulillah penerapan toleransi selalu berjalan baik karena masing-masing tidak saling mengganggu. Kita saling mendukung dan sudah tahu tempatnya masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, takmir masjid Al-Ikhlas NU juga ikut memberikan tanggapannya. Ia menyampaikan bahwa salat id berdampingan ini memang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Ia bersyukur bahwa umat NU, Muhammadiyah, dan LDII dapat saling berdampingan, saling menghargai, dan menghormati antar umat beragama.

Setelah pelaksanaan salat id berdampingan tersebut, para tokoh dan pengurus LDII, Muhammadiyah, maupun NU melakukan silaturahmi sejenak. Silaturahmi ini menjadi wahana untuk saling memaafkan di hari raya Idul Fitri dan menjadi wahana untuk menjaga komunikasi antar organisasi LDII, Muhammadiyah, maupun NU. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.