Kulon Progo (23/12) — Guna mengisi liburan sekolah dengan kegiatan positif, Pondok Pesantren Bani Kadarusman mengadakan Pondok Pesantren Liburan Sekolah (PPLS). Bertempat di Pucanggading, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo, acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (23/12) hingga Rabu (25/12). Sebanyak 45 pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kulon Progo menjadi peserta dalam kegiatan ini.
Dalam pembukaannya, H. Susanto selaku salah satu sesepuh pondok mengingatkan tentang semangat mencari ilmu agama bagi generasi muda. “Mumpung masih muda, mari semangat dalam menuntut ilmu. Mudah mudahan merasa nyaman di sini, ini adalah pondok kita, rumah kita. Jaga rukun dan kompak dengan teman-teman selama kegiatan berlangsung,” pesannya.
Ketua Pondok, Wasno, S.Pd., memberikan apresiasi kepada peserta dan para donatur yang mendukung terlaksananya Pondok Pesantren Liburan Sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk pembinaan agama dan pembentukan karakter luhur generasi penerus,” ucapnya.
Kegiatan ini berfokus pada pendalaman Al-Qur’an dan Hadis Kitabul Hajji. Ustadz Kasiman Ahmad Qoshim selaku salah satu dewan guru mengungkapkan, bahwa peserta diajak memahami tentang ibadah haji dan filosofi di baliknya. Dari situ, dapat dipelajari pula nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pembelajaran agama, suasana pondok di bawah naungan LDII yang berada di pedesaan yang rukun dan harmonis ini juga memberikan pengalaman berbeda. Peserta belajar hidup bersama dalam kebersamaan.
Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga dilatih untuk membangun karakter luhur, seperti kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik. “Harapan kami, ilmu yang didapat dari pondok ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka menjadi generasi yang berkarakter luhur,” imbuh Wasno yang juga menjadi ketua PC LDII Kokap.
Di samping KBM Pondok sehari-hari, Pondok Pesantren Bani Kadarusman berencana kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya mencetak generasi penerus yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan para generasi muda dapat menghadapi tantangan zaman dengan bekal nilai-nilai agama yang kuat.





