Sleman, Jogjakeren.com – Sebanyak 36 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP, mengikuti Munaqosyah sebagai bagian dari evaluasi akhir semester. Kegiatan yang diselenggarakan di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Purwomartani Kapanewon Kalasan ini berlangsung pada Selasa (17/12/2024), di lingkungan MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan. Munaqosyah menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengukur pemahaman dan penguasaan materi yang telah dipelajari selama satu semester, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi para pengajar.

Munaqosyah kali ini mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran agama. Aspek tersebut antara lain:
- Hafalan surat-surat pendek
- Doa-doa harian
- Praktik ibadah (wudhu dan sholat)
- Pemahaman materi keagamaan lainnya
Para santri diuji secara komprehensif. Tim pengujinya terdiri dari ustadz dan ustadzah yang kompeten. Suasana khidmat dan kondusif terjaga selama munaqosyah. Hal ini menciptakan lingkungan yang nyaman bagi santri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Penasihat Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Purwomartani Kapanewon Kalasan, Sudarmono, menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan bahwa munaqosyah bukan sekadar ujian formalitas. Akan tetapi, ini adalah ajang penting. Tujuannya untuk menguatkan mental dan spiritual para santri. “Munaqosyah bukan sekadar ujian, tetapi juga ajang untuk menguatkan mental dan spiritual para santri. Ini adalah bagian dari proses pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan berilmu,” ujarnya.
Selanjutnya, Sudarmono menambahkan, “Dengan adanya munaqosyah ini, kita dapat melihat sejauh mana pemahaman santri terhadap materi yang telah diajarkan. Selain itu, ini menjadi bahan evaluasi bagi para pengajar. Evaluasi ini berguna untuk meningkatkan metode pembelajaran di masa mendatang.” Pernyataan ini menegaskan komitmen PAC LDII Purwomartani. Komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di wilayahnya.

Manfaat munaqosyah juga dirasakan langsung oleh peserta. Ridho Rama, salah satu peserta, mengungkapkan, “Awalnya takut karena grogi. Namun, setelah diuji rasa takut dan grogi hilang. Bahkan, saya mendapat ilmu tambahan dari tim penguji.”
Salah seorang perwakilan tim penguji, Ustazah Imas Larasati, juga memberikan penekanan. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi para santri. “Kunci sukses dalam munaqosyah adalah belajar secara teratur dan sungguh-sungguh. Manfaatkan waktu di rumah dan di madrasah. Gunakan untuk mengulang pelajaran dan bertanya kepada guru jika ada kesulitan,” tuturnya.
Kegiatan munaqosyah di MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan keagamaan dan karakter para santri. Melalui evaluasi yang terukur, MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak karimah. Rangkaian kegiatan munaqosyah diakhiri dengan doa bersama dan pemberian motivasi kepada seluruh santri yang telah berpartisipasi.





