Sleman, jogjakeren.com – Padukuhan Kalijeruk I dan II, Widodomartani, Ngemplak, Sleman memiliki wilayah yang sebagian besar masih berupa tanah pertanian dan pemukiman, serta memiliki beberapa sumber air. Wilayah ini merupakan lokasi sub-unit KKN PPM UGM periode 4 2023 yang salah satu program kerjanya ialah melaksanakan kegiatan dalam rangka konservasi air di wilayah Kalijeruk. Kegiatan ini diusung melalui kerja sama dengan Yayasan Kinarya Anak Bangsa (KAB).
Salah satu kegiatan dalam rangka konservasi air yang dilakukan ialah penanaman pohon yang dapat mengikat air cukup efektif, seperti pohon Beringin, Gayam, Aren serta tanaman hias Tabebuya, maupun tanaman buah Sirsak dan Jeruk Nipis. Serah terima 370 bibit tanaman telah dilakukan secara simbolik oleh Pendiri dan Ketua Yayasan KAB, Rosita Yuwanasari, S.H., M.Kn. kepada Dukuh Kalijeruk I, Drs. Yuniawan Eko Putro, dan Dukuh Kalijeruk II, Tri Handoko, yang didampingi oleh DPL KKN PPM Unit YO-143, Prof. Rarastoeti Pratiwi, Kamis (25/1/2024).
Peserta KKN-PPM sub unit Padukuhan Kalijeruk I terdiri dari Ababil Ababil selaku Kormasit, Muhammad Aulia Arief A, Fana Nugroho W, Muchammad Azmil Adhim, Silma Salsabilla, dan Nesa Salsabila. Sementara itu, sub unit Padukuhan Kalijeruk II terdiri dari Raisa Pantouw selaku Kormasit, Khoirul Hidayat, David Gorian William, W. Ristyaqilah Gusti, Tariq Akhdan Purnama, dan Arawinda Arieqa N. Kontribusi positif mereka pada kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ruang terbuka hijau melalui program ‘Nandur Tuk Banyu’ dengan berbagai bibit tanaman di Padukuhan Kalijeruk I dan Kalijeruk II.

Sebanyak 370 bibit tanaman yang terdiri dari 25 Beringin, 100 Gayam, 100 Aren, 45 Jeruk, 50 Tabebuya, dan 50 Sirsak diterima oleh tim KKN-PPM di Kalijeruk I dan II untuk program kerja sama tersebut. Program ‘Nandur Tuk Banyu/Menanam Mata Air’ ini merupakan upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas air tanah di wilayah Kalijeruk dan sekitarnya.
Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan area tutupan hijau, sehingga sumber air di wilayah ini dapat terkonservasi dengan baik. “Potensi yang ada di Kalijeruk terkait dengan adanya sumber air alami dapat memperkuat pengembangan desa wisata Kalijeruk. Dengan adanya kerja sama ini, selanjutnya dapat dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terkait pertumbuhan bibit yang ditanam, supaya dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Rarastoeti Pratiwi.
Sementara itu, kegiatan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan jejaring yang lebih luas, baik untuk para mahasiswa maupun warga Kalijeruk dengan pihak-pihak luar, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kegiatan serah terima dan penanaman 370 bibit tanaman ini menjadi bagian akhir kegiatan KKN-PPM UGM Unit YO-143 dalam program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini pun akan dilanjutkan dalam program kerja KKN PPM UGM pada periode berikutnya. Program ‘Nandur Tuk Banyu’ ini juga merupakan salah satu bentuk kolaborasi dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan maupun masyarakat setempat dan menjadi salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Air Bersih dan Sanitasi.





