Mengenal Asal-Usul Nama Malioboro

Jalan Malioboro
Papan nama Jalan Malioboro (Foto: bobobox.com)

Jogjakeren.com – Malioboro merupakan salah satu nama jalan paling populer di Jogja. Kawasan ini  tidak pernah sepi oleh wisatawan karena keindahan jalan yang kental dengan arsitektur Jawa. Ada Sebagian wisatawan yang menyebutkan bahwa belum dikatakan ke Jogja bila belum berkunjung ke Malioboro.  Dibalik keindahan ini, akan lebih lengkap apabila bisa mengenal asal-usul nama Malioboro.

Asal-usul nama Malioboro memiliki beberapa versi yang berbeda-beda yang berkembang di kalangan masyarakat. Ada yang menyebut berasal dari Malyabhara, ada pula yang menyebut berasal dari Marlborough.

Malyabhara

Disebutkan nama Malioboro berasal dari bahasa Sansekerta, yakni “Malyabhara” , dimana  “malya” berarti karangan bunga dan “bhara” berarti menyajikan yang berarti karangan bunga. Hal ini mungkin berkaitan dengan keindahan dan keramaian kawasan ini yang penuh dengan bunga-bunga. Pendapat ini merupakan pendapat yang terkuat dan diyakini oleh banyak sejarawan.

Read More

Kata Malyabhara ditemukan dalam buku Ramayana asli. Muncul juga dalam Ramayana versi Jawa dari abad ke-9 dan ke-10, yaitu dalam buku Adiparwa dan Wirathaparwa. Tak hanya itu, nama tersebut juga dijumpai dalam buku Parthawijaya dari abad ke-14 dan dimunculkan kembali dalam Dharmasunya yang ditulis di Kartasura pada tahun 1714.

Tidak sedikit sejarawan meyakini, kata “Malyabhara” menginspirasi Sultan Hamengku Buwono I, yang dikenal sebagai seorang perancang kota, untuk menamakan kotanya. Klaim tersebut dikuatkan dengan adanya gagasan Malyabhara sebelum perjanjian Giyanti pada 1755. Disebutkan bahwa telah berfungsinya malyabhara pada margaraja di Yogyakarta abad ke-19 dan 20 dalam upacara penyambutan kedatangan tamu-tamu pembesar Belanda dari Batavia. Di sepanjang Maliabara dipasang lengkung-lengkung papah kelapa berjanur kuning dan karangan bunga warna warni, sama seperti arti Malyabhara dalam bahasa Sansekerta.

Marlborough

Beberapa sejarawan menghubungkan nama Malioboro dengan Duke of Marlborough, seorang panglima kerajaan Inggris yang pernah tinggal di Yogyakarta pada tahun 1811-1816 M. Konon, pengucapan kata “Marlborough” dianggap terlalu sulit, sehingga orang mengucapkannya dengan Malioboro.

Hal itu didasarkan pada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa Kraton Yogyakarta di zaman Sultan Hamengku Buwono II pernah dirampok oleh pasukan Inggris. Peristiwa perampokan itu dikenal sebagai Geger Sepehi pada tahun 1812. Akan tetapi, benarkah ada perwira Inggris bernama Malborough yang pernah datang ke Yogyakarta? Raffles, dalam bukunya The History of Java (1817), tidak satu halaman pun menyebut nama Marlborough.

Meski demikian, nama itu memang pernah ada di Inggris, tetapi ia telah meninggal pada tahun 1722, sebelum peristiwa Geger Sepehi. Terkait dengan asal-usul yang pertama ini, banyak sejarawan yang mempertanyakan keabsahannya, tentu saja dengan berbagai bukti pembanding.

Terlepas dari versi diatas, Malioboro merupakan kawasan ikonik dan andalan wisata Yogyakarta. Di sini, terdapat banyak bangunan bersejarah seperti Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Stasiun Tugu, dan Kantor Pos.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *