Bantul, jogjakeren.com – Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu kampus pilihan yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampus yang terkenal telah melahirkan banyak tenaga dan pakar pendidik ini memiliki banyak program yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi para mahasiswa, salah satunya adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mulai tahun 2023 ini, kampus yang sering disebut sebagai kampus biru membuka program KKN skim Mandiri. Dengan adanya pembukaan skim Mandiri tersebut mahasiswa diberi kebebasan untuk menentukan anggota kelompok, dosen pembimbing lapangan, dan lokasi dimana program KKN akan dilaksanakan.
Hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa mahasiswa, salah satunya mahasiswa KKN UNY kelompok 13000 yang beranggotakan sepuluh orang. Kelompok tersebut memilih lokasi di Dusun Klagaran, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta selama masa periode Oktober – Desember 2023. Dalam pelaksanaannya, kelompok KKNM UNY 13000 telah melakukan observasi dan berbagai macam program kerja.

Pelatihan Pembuatan Brownies Pisang dan Edukasi Label Pangan adalah salah satu program kerja yang dibuat dengan tujuan untuk memanfaatkan potensi alam Dusun Klagaran. “Dusun Klagaran ini merupakan wilayah persawahan dan dekat dengan pantai. Potensi alam yang terlihat jelas disini yaitu banyaknya pohon kelapa dan pohon pisang. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, maka kelompok kami memilih pisang (pisang poto) untuk dimasukkan dalam program kerja kami, yaitu dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Brownies Pisang,” jelas Zahra Radhiyya, salah satu anggota KKNM UNY 13000 sekaligus sebagai narasumber acara.
Dalam kegiatan tersebut, Krisna Aji selaku ketua kelompok KKN mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan pembuatan brownies pisang, warga Dusun Klagaran terutama ibu-ibu PKK dan perwakilan ibu-ibu tiap RT di Dusun Klagaran diharapkan dapat melanjutkannya sebagai usaha bersama. “Semoga kedepannya pembuatan produk olahan pisang ini bisa dilanjutkan untuk mengisi kegiatan ibu-ibu di waktu longgar dan bahkan bisa menjadi produk olahan andalan Dusun Klagaran,” harap Krisna.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan edukasi label pangan untuk memberikan tambahan pemahaman ketika nantinya produk olahan pisang tersebut betul-betul bisa menjadi usaha bersama milik Dusun Klagaran. Edukasi label pangan tersebut juga diikuti dengan semangat dan antusias peserta yang masih sama seperti saat awal acara dimulai. Hal tersebut dibuktikan saat menjelang akhir acara, salah satu peserta sekaligus kader Dusun Klagaran, Mak Arti, menyampaikan ucapan terima kasih kepada kelompok KKNM UNY 13000 karena telah memberikan tambahan ilmu kepada warga Dusun Klagaran, terutama bagi ibu-ibu. Mak Arti juga memiliki harapan besar apabila nantinya produk olahan pisang tersebut bisa dikembangkan menjadi usaha bersama Dusun Klagaran.





