Konsolidasi dan Sosialisasi Program, LDII DIY Perkuat Ekoteologi dan Masjid Cegah LGBT

LDII DIY
Ketua DPW LDII DIY Ir. H. Atus Syahbudin memberikan arahan saat konsolidasi dan sosialisasi program di Masjid Al Anhar Condongcatur, Selasa (8/9/2026).

Sleman, Jogjakeren.com – DPW LDII DIY menggelar konsolidasi organisasi yang dihadiri sebagian jajaran pengurus PC dan DPD LDII se-Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW LDII DIY, Ir. H. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., di Masjid Al Anhar Condongcatur pada Selasa (8/9/2026).

Dalam arahannya, Atus menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pengurus. “Konsolidasi ini untuk menyamakan langkah. Program yang kita sosialisasikan harus membumi, dirasakan langsung oleh warga, dari masjid sampai ke rumah,” tegas Atus.

Ia menyampaikan, ada tiga program utama yang menjadi penekanan dalam konsolidasi kali ini. Pertama, Penguatan Pencegahan LGBT dan Pembinaan Keluarga Sakinah.

Read More

Atus menyampaikan arahan DPP LDII terkait pembinaan umat. Sebagaimana disampaikan Ketum DPP LDII, bahwa LGBT bertentangan dengan agama dan moralitas bangsa. Untuk itu LDII DIY berkomitmen memperkuat pembinaan melalui keluarga, majelis taklim, dan lembaga pendidikan.

“Kita antisipasi pengaruh LGBT masuk ke lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Bentengnya adalah keluarga yang sakinah dan penguatan 29 Karakter Luhur di semua PC,” jelas Atus.

Kedua, Kerja Bakti Nasional LDII 2026. Program ini menempatkan masjid sebagai pusat penggerak. Warga diajak bergotong-royong membersihkan lingkungan masjid, memilah sampah, dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau.

“Dari masjid kita mulai. Kerja bakti bukan hanya bersih-bersih, tapi juga melatih kepedulian dan kebersamaan warga,” ujarnya.

Ketiga, Penanaman Pohon dan Pelestarian Lingkungan. LDII DIY mendorong setiap PC memperbanyak aksi dakwah hijau dan mendukung ekoteologi.

LDII DIY
Ketua DPW LDII DIY Ir. H. Atus Syahbudin memberikan arahan saat konsolidasi dan sosialisasi program di Masjid Al Anhar Condongcatur, Selasa (8/9/2026).

Sebagaimana baru-baru ini, LDII Lampung yang memperingati Hari Hutan dengan seminar dan aksi tanam pohon. Kemudian LDII Banyuwangi yang bersama MUI menanam mangrove di Pantai Cemara dengan doa keselamatan untuk saudara di NTT dan Kalimantan.

“Targetnya, setiap PC memiliki kebun bibit dan kader lingkungan,” ujarnya.

Atus menegaskan, konsolidasi ini bukan sekadar rapat. Menurutnya, ini adalah menyatukan frekuensi agar program LDII benar-benar membumi.

“Kita mulai dari masjid, dari hal kecil seperti kerja bakti dan tanam pohon. Tujuannya satu: mencetak warga yang profesional religius, berkarakter luhur, dan peduli lingkungan. Insya Allah ini bisa menjadi contoh untuk DIY,” pungkas Atus.

Rekam Jejak LDII DIY Jadi Pijakan

Konsolidasi ini tidak dimulai dari nol. LDII DIY memiliki rekam jejak yang menjadi modal kuat. Beberapa desa binaan LDII di DIY telah menyandang status Kampung ProKlim dari Kementerian LHK karena konsistensi dalam pengelolaan lingkungan.

Di bidang pendidikan, sinergi LDII DIY dengan UGM melalui program KKN tematik berhasil melahirkan kader-kader muda yang peduli lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Model pembinaan berbasis masjid ini juga dinilai efektif dalam menanamkan wawasan kebangsaan sejak dini.

“Alhamdulillah LDII DIY termasuk salah satu DPW dengan pembinaan lingkungan terbaik secara nasional. Capaian ini harus kita jaga dan kembangkan sampai tingkat PAC LDII dan masjid-masjid,” tambah Atus yang juga Dosen Dendrologi UGM ini.

Dengan semangat kebersamaan, LDII DIY menargetkan di akhir 2026 setiap PC memiliki program nyata berupa Gerakan Masjid Hijau, pencegahan LGBT melalui ketahanan keluarga dan pembinaan 29 Karakter Luhur.

“Kita ingin LDII hadir sebagai solusi. Bukan hanya menyampaikan dakwah, tapi juga memberi contoh aksi untuk umat dan bangsa,” pungkas Atus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *