Jogjakeren.com – Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan keunggulan melebihi makhluk-makhluk lainnya dan akan tetap menjadi unggul asalkan bisa menggunakan keunggulannya. Termasuk keunggulan yang Allah berikan sebagai salah satu kelebihan dibandingkan makhluk Allah lainnya adalah berupa kecerdasan. Dengan kecerdasannya, manusia dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar serta aktualisasi diri secara terus-menerus.
Dalam rentang waktu dan sejarah yang panjang, para ahli kini merumuskan secara umum kecerdasan menjadi tiga macam yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spriritual (SQ). Tiga macam kecerdasan ini adalah perangkat yang bekerja dalam satu kesatuan sistem yang saling terkait di dalam diri, sehingga tak mungkin dipisah-pisahkan fungsinya. Untuk menjadi pribadi yang sukses, seseorang harus mampu menggabungkan dan menyinergikan IQ, EQ dan SQ.
A. IQ (Intelligence Quotient)
IQ (Intelligence Quotient) adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat berpikir seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa dan belajar. Kecerdasan ini terletak di otak bagian Cortex (kulit otak) dan oleh para pakar psikologis diungkapkan dengan “What I think” (apa yang saya pikirkan). Untuk ukuran pasti tingkat IQ seseorang bisa diketahui dengan melakukan tes inteligensi.
Bagi orang tua, berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan IQ anak:
1. Membiasakan Kegiatan Membaca
2. Bermain Puzzle dan Teka-teki
3. Melakukan Kegiatan Fisik
4. Belajar Matematika
5. Memberikan Waktu Istirahat yang Cukup
6. Memberikan Makanan yang Bergizi
7. Membangun Interaksi dengan Anak
8. Memberikan Apresiasi Proses Belajar Anak
B. EQ (Emotional Quotient)
Berbeda dengan IQ, EQ (Emotional Quotient) merupakan kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain dengan tindakan konstruktif yang berpotensi meningkatkan kerja sama sebagai tim yang mengacu pada produktivitas (hasil), bukan mengacu pada konflik.
Kecerdasan ini diolah oleh otak belakang manusia dan lebih tepat diungkapkan dengan formula “What I feel” (apa yang saya rasakan) karena erat kaitannya dengan kemampuan afeksi (rasa) yang dimiliki oleh individu. Oleh karena itu tingkat EQ seseorang memang tidak memiliki ukuran pasti seperti IQ, namun bisa dirasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang.
Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mendidik kecerdasan emosional anak. Di antara langkahnya adalah dengan mengajar anaknya untuk:
1. Membiasakan Membina Hubungan Persahabatan yang Hangat dan Harmonis
2. Bekerja dalam Kelompok Secara Harmonis
3. Berbicara dan Mendengarkan Secara Efektif
4. Selalu Mencapai Prestasi yang Lebih Tinggi Secara Sportif
5. Mengatasi Persoalan dengan Teman
6. Berempati pada Sesama
7. Membangkitkan Rasa Humor
8. Memotivasi Diri Bila Menghadapi Saat-Saat yang Sulit
C. SQ ( Kecerdasan Spiritual )
Menurut Danar Zohar (Harvard University) dan Ian Marshall (Oxford University), SQ ( Spiritually Quotient ) adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna (makna) atau nilai (nilai), yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup seseorang dalam konteks makna yang lebih luas, kaya dan mendalam. Kecerdasan ini menyadarkan seseorang akan tujuan hidup dan permaknaan kehidupan yang tekun serta menjawab dan mengungkapkan tentang jati diri seseorang ” Siapa saya ” (Siapa saya? Untuk apa saya diciptakan?).
Agar anak memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, orang tua dapat mendidik hal-hal di bawah ini sejak anak berusia dini:
1. Mengenalkan Allah Sebagai R abb dan I lah yang Memiliki Nama dan Sifat-sifat Keagungan
2. Mengenali Adanya Malaikat
3. Mengenali Adanya Alam Ghaib seperti Alam Kubur, Kiamat, Surga, Neraka dan lain-lain
4. Mengenal Adanya Kitab-Kitab Suci
5. Menceritakan Para Nabi dan Cerita yang Bermanfaat
6. Membiasakan Ucapan Kalimat-Kalimat Thayibah
7. Melatih Membiasakan Berdoa kepada Allah
8. Melatih Mencari Hikmah dari Setiap Kejadian/Cobaan
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dipandang masih berdimensi horisontal-materialistik semata (manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial). Dan dengan adanya kecerdasan spiritual (SQ) maka IQ dan EQ dapat difungsikan secara efektif untuk memberi arah seharusnya bagaimana memperlakukan hubungan horisontal-materialistik itu menjadi lebih bermakna dan bernilai.





