Jogjakeren.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berduka. Ketua MUI DIY periode 2021-2026 Dr. H. Sugito, M.Si. telah berpulang.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY ini wafat pada Kamis (29/9/2022) dini hari pukul 03.30 WIB di kediamannya Jalan Babaran 48A RT 35 RW 09, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Ia meninggal pada usia 72 tahun.

Semasa hidupnya, almarhum mendedikasikan diri untuk umat dan bangsa. Pada Musda MUI DIY tahun 2021, berhasil memilih susunan personalia pengurus harian dan dewan pertimbangan. Yaitu Ketua umum Prof. KH. Machasin dan wakil ketua umum Dr. KH. A. Zuhdi Muhdor, S.H., M.Hum.
Sedangkan ketua terdiri Dr. H. Fuad Zein, Prof. Dr. KH. Abdul Mustaqim, Dr. H. Sugito, M.Si., dan Dra. Hj. Habibah Mustofa. Periode antara 2016-2021, Dr. H. Sugito adalah Ketua Bidang Pendidikan dan Pembinaan Generasi Islam MUI DIY.
Mantan Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Ahmad Dahlan ini dikebumikan di makam keluarga Ponjong pada Kamis (29/9/2022) pukul 14.00 WIB. Jenazah almarhum diberangkatkan dari Masjid Nur Hasanah Tegalcatak, Warungboto usai salat dhuhur.
Menjadi Peserta FGD LDII DIY
LDII, sebagai salah satu ormas di bawah naungan MUI, turut berduka atas berpulangnya Dr. H. Sugito. Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin yang saat itu hadir melayat mengungkapkan, almarhum pernah berperan serta pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPW LDII DIY menjelang Muswil VII tahun 2021.

“Saat itu beliau menjabat Ketua Bidang Pendidikan dan Pembinaan Generasi Muda Islam MUI DIY yang juga hadir secara daring sebagai peserta FGD bertemakan Penguatan Pendidikan Karakter untuk Menyongsong Generasi Emas 2045,” kenang Atus didampingi Ketua Biro Hubungan Antar Lembaga DPW LDII DIY H. Jiwantara, S.Pd.
Menurut Dr. H. Sugito kala itu, webinar yang digelar LDII sangat menarik, “Menghadirkan empat pembicara dengan masing-masing kepakarannya dan latar belakang yang berbeda sehingga isinya sangat komprehensif,” katanya pada FGD yang digelar daring melalui studio utama Aula Pondok Pesantren Kutubus Sittah Mulyo Abadi, Mulungan, Yogyakarta, Sabtu (31/7/2021) lalu.

Tahun 2045, penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318 juta. Apabila tercapai Indonesia emas maka akan menjadi kebanggaan Indonesia. Kehidupan ekonomi dan pendidikan akan lebih teratur.
“Mari kita siapkan sebaik-baiknya agar tahun 2045 bisa berhasil meraih bonus demografi. Pendidikan karakter sangat penting bagaimana kita hidup saling menghargai orang lain, sehingga kehidupan akan tertata dengan sebaik-baiknya,” ajaknya.
Pada webinar tersebut, DPP LDII memaparkan program pendidikan karakter melalui pondokkarakter.com. Adapun pendidikan karakter di LDII adalah dalam rangka membentuk generasi penerus yang profesional religius, sehingga tercapai tri sukses LDII yaitu alim dan fakih, berakhlakul karimah, serta mandiri.
“Program DPP LDII itu sangat bagus, segera informasikan sehingga program tersebut akan membantu dalam pendidikan karakter,” pungkas H. Sugito.





