Meski Masa Pandemi, Mengaji Tidak Boleh Berhenti

  • Whatsapp
Mengaji
Pengajian rutin bulanan DPD LDII Kabupaten Bantul, Rabu (10/2/2021)

Jogjakeren – Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Lembaga Daerah Islam Indonesia ( LDII ) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta menyelengarakan pengajian rutin bulanan, Rabu (10/2/2021). Acara berlangsung secara online dari studio mini Masjid Baitussalam, Mantrijeron, Yogyakarta.

Pengajian diikuti 200 peserta yang tersebar di beberapa titik kecamatan se-Kabupaten Bantul bagian utara. Perserta terdiri dari Dewan Pembina DPD LDII Bantul, Ketua dan Pengurus Harian DPD LDII Bantul, Ketua dan Sekretaris Pengurus Cabang ( PC ) LDII se-Kecamatan Bantul bagian utara dan seluruh ulama.

Bacaan Lainnya

Protokol kesehatan tetap diterapkan selama acara berlangsung. Semua peserta wajib memakai masker. Saat masuk pintu ruangan, peserta cuci tangan pakai sabun dan diukur suhu tubuhnya menggunakan thermogun. Di dalam ruangan, jarak duduk antara peserta berjarak 1 – 2 meter.

Mengaji
Pengajian rutin bulanan DPD LDII Kabupaten Bantul, Rabu (10/2/2021)

H. Sudayat, Ketua Dewan Pembina DPD LDII Bantul menyampaikan bahwa hingga saat ini, perkembangan pandemi virus corona ( Covid-19 ) di Indonesia bahkan dunia belum menunjukan angka penurunan. Padahal kebutuhan manusia harus tetap terpenuhi, baik jasmani maupun rohani. Kebutuhan jasmani meliputi sandang, pangan dan papan, sedangkan kebutuhan rohani menyangkut bekal ilmu agama. “Maka meskipun dalam masa pandemi, kegiatan mengaji tidak boleh berhenti,” tuturnya.

Narasumber selanjutnya, Seksi Rohani dan Keagamaan, H. Sulthon Annaji menegaskan kembali tentang pentingnya salat wajib 5 waktu. Meskipun sibuk pekerjaan atau kegiatan lain, tetapi jika waktu salat sudah tiba, maka harus mengutamakan salat wajib dahulu.

Menutup acara pengajian, Debby Zulkarnain, Seksi Kesehatan DPD LDII Bantul mengingatkan kembali pada seluruh peserta yang hadir agar selalu menjaga kesehatan dirinya. Apabila badan sehat maka semua kegiatan akan berjalan dengan lancar, baik untuk kepentingan maisyah maupun ibadah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *