Jogjakeren.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah rumah besar umat Islam yang dapat menyelesaikan berbagai masalah umat sekaligus berperan sebagai penyejuk umat sehingga kehidupan beragama dapat lebih kondusif, aman, dan damai.
“Dalam hal hubungan kerja sama dalam masyarakat, MUI harus selalu bergandengan dengan pemerintah dan organisasi masa Islam yang lain sehingga tugas dapat berjalan dengan baik dan kehidupan masyarakat di Yogjakarta akan lebih baik lagi,” ungkap Kakanwil Kemenag DIY Dr. H. Masmin Afif, M.Ag. yang diwakili Kabid Penaiszawa Dr. H. Sigit Warsito, M.A. pada gelaran Musda X MUI DIY, Sabtu (4/12/2021).
MUI sebagai organisasi keagamaan mengemban amanah untuk mengajarkan ajaran Islam dan mewujudkan masyarakat yang aman, damai, adil, dan makmur dalam NKRI. MUI sangat berperan dalam mewujudkan rukun aman kehidupan masyrakat yang multikultural dan moderat.
“Maka menjadi tugas kita bersama dalam menjaga sikap dengan tidak melakukan tindak kekerasan, menjaga sikap dari intoleran, praktik-praktik yang suka memojokkan, dan menyalahkan pihak lain. Sikap moderat adalah suatu sikap yang dewasa, baik dan sangat diperlukan kita semua. Sedangkan radikalisme, intoleran, termasuk ujaran kebencian yang sering muncul di media sosial dan berita-berita hoaks. Untuk itu, moderasi beragama menjadi prioritas program, dalam hal ini MUI punya kewajiban untuk mengawalnya,” jelas H. Masmin dalam sambutan tertulisnya.
Moderasi beragama merupakan upaya untuk mengembangkan suatu sikap keberagamaan di tengah berbagai desakan ketegangan, seperti antara klaim kebenaran absolut dan subyektif, antara interpretasi literal dan penolakan atas ajaran agama, juga antara radikalisme dan sekularisme. Komitmen utama antara moderasi terhadap toleransi menjadikannya sebagai cara terbaik untuk menghadapi radikalisme agama yang mengancam kehidupan berbangsa.
Memperhatikan sikap keberagamaan dalam dinamika berbangsa dan bernegara, Presiden RI pada berbagai kesempatan mengajak para tokoh untuk menjadikan agama sebagai sumber-sumber nilai yang merawat kebhinekaan. Presiden mengajak para tokoh agama dan umat beragama untuk memberikan wawasan keagamaan yang lebih dalam dan luas kepada umat masing-masing karena eksklusifisme dan sentimen-sentimen agama cenderung bertumpu pada ajaran-ajaran agama yang terdistorsi.
“Kami berharap MUI DIY memiliki suatu wadah dalam musyawarah mufakat di antara ilmuwan muslim dan memutuskan berbagai program MUI untuk kemaslahatan umat dan bangsa dengan tujuan umat rukun, Indonesia maju. Kedua, kami berharap MUI DIY menjadi jembatan penghubung dalam berbagai forum dan selalu berkonsolidasi dalam memperkuat peran MUI dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan. Ketiga, MUI menjadi organisasi yang mampu menampung aspirasi umat Islam dan respon ulama mengenai masalah-masalah yang ada dan membantu penyelesaian dan solusi yang bermanfaat bagi umat. Keempat, MUI menjadi organisasi silaturahim antara komponen umat dalam rangka meningkatkan persaudaraan umat sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan keinginan-keinginan masyarakat, minat, dan bakat generasi muda melalui pelatihan-pelatihan kepemimpinan maupun manajemen,” urainya.
Mengakhiri sambutannya, H. Masmin Afif mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus MUI yang telah melaksanakan tugas pada periode 2016-2021 dan melaksanakan musda untuk mempersiapakna kepengurusan di periode yang akan datang. “Dengan tema moderasi beragama sebagai panduan hikmat keutamaan dan kebangsaan ini, semoga MUI DIY menjadi lebih baik, lebih bermanfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.





