Inovasi Pengelolaan Sampah: Warga Cokrodiningratan Olah Sampah Organik dengan Maggot

olah sampah organik maggot
olah sampah organik maggot

Jogjakeren.com – Warga Kampung Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta, membuktikan bahwa sampah organik bisa menjadi berkah. Melalui kolaborasi unik, mereka memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly, yang lebih dikenal sebagai maggot, untuk mengurai sampah rumah tangga. Inovasi ini adalah hasil kerja sama antara Bank Sampah Dadi Mulyo, Kelompok Tani Dadi Mulyo, dan Magot Mitra Dayoku.

Menurut Anwar Surwantoro, Ketua Kampung Cokrodiningratan, program ini menjadi terobosan baru. Selama ini, bank sampah umumnya hanya berfokus pada sampah anorganik. Dengan adanya maggot, kini warga bisa menabung sampah organik dan secara signifikan membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Read More

Dari Uji Coba hingga Program Tingkat Rumah Tangga

Kelompok Magot Mitra Dayoku, yang berdiri sejak tahun 2024, awalnya mengelola sampah secara terpusat. Setelah satu tahun melakukan uji coba, sistem ini kemudian diperluas ke setiap rumah tangga. Setiap rumah kini memiliki satu boks maggot yang sanggup mengurai sekitar dua kilogram sampah organik per hari. Mulai dari sisa dapur hingga sisa makanan, semua bisa dimanfaatkan.

Anwar Surwantoro menjelaskan, pada awalnya program ini sempat terkendala. Beberapa warga merasa jijik atau terganggu dengan baunya. Namun, perlahan tapi pasti, program ini mendapat respons positif. Awalnya hanya delapan rumah yang bergabung, kini jumlahnya sudah bertambah menjadi 25 rumah.

 

Manfaat dan Harapan Jangka Panjang

Selain ramah lingkungan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi. Panen maggot dilakukan setiap dua minggu sekali. Hasilnya dijual dan keuntungannya diputarkan kembali untuk membeli bibit baru. Hingga saat ini, kelompok tersebut sudah sembilan kali panen.

Anwar berharap program ini bisa terus berkembang. Jika seluruh warga bisa terlibat, masalah sampah bisa selesai langsung dari sumbernya. Hal ini juga akan mendukung penuh program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Inovasi ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan. Ia menilai inisiatif warga Cokrodiningratan sejalan dengan semangat pengelolaan sampah mandiri yang dicanangkan Pemkot. Menurut Wawan, praktik baik seperti ini patut ditularkan ke wilayah lain, dan ia berharap para lurah serta mantri bisa ikut mendorong partisipasi masyarakat agar program ini semakin berkembang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *