Pandemi, Remaja LDII Sukses Ternak Ikan Guppy

Ternak Ikan Guppy
Remaja PC LDII Imogiri sukses beternak Ikan Guppy

Jogjakeren.com – Beternak ikan guppy menjadi kegemaran banyak remaja semenjak pandemi. Seperti halnya seorang remaja LDII Imogiri, Ahmad Abdurosyid, yang memilih berternak ikan guppy sekaligus memasarkan ikan guppy untuk menambah penghasilan selama pandemi.

Ahmad mulai merintis berternak ikan guppy pada awal pandemi sekitar bulan April 2020. Menurutnya, berternak ikan guppy tidak memerlukan tempat/lahan yang luas. “Berternak ikan guppy dapat menggunakan ember, baskom, sterofoam, aquarium atau media apa saja yang di situ memungkinkan untuk hidup ikan guppy,” katanya.

Selain itu, pemasaran ikan guppy sekarang ini sudah tergolong luas, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ahmad memasarkan ikan guppynya melalui media sosial seperti Facebook (Ahmad Guppy), Instagram (@ahmad_guppy_farm), dan WhatsApp.

Read More

Dalam memelihara ikan guppy tentu saja memerlukan treatment yang tepat. Salah satunya yaitu menggunakan air yang bersumber dari sumur atau PDAM. Air merupakan hal terpenting dalam memelihara ikan, termasuk ikan guppy.

Jika menggunakan air sumur, air tersebut diendapkan atau didiamkan minimal satu hari, apabila lebih lama maka akan semakin baik. Tujuan air diendapkan agar suhu dan pH air tetap stabil dan saat diendapkan bisa diaerasi menggunakan aerator.

Hal demikian bertujuan agar oksigen yang larut dalam air berjumlah banyak sehingga ikan yang dipelihara tidak akan kekurangan oksigen. Selain itu zat-zat yang bisa merugikan bagi ikan bisa mengendap di dasar, sehingga tidak membahayakan bagi ikan.

Setelah air diendapkan, proses selanjutnya yaitu memasukkan ikan guppy ke wadah/media. Apabila ikan guppy tersebut baru datang dan masih di dalam plastik, maka tips yang dilakukan yaitu memasukkan ikan bersama plastiknya ke dalam wadah lalu dibiarkan selama kurang lebih 15-30 menit. Hal demikian dilakukan sebagai proses menstabilkan suhu yang ada di wadah dan di plastik, setelah itu baru plastiknya dibuka.

Ternak Ikan Guppy
Ikan guppy milik Ahmad

Selanjutnya yaitu proses adaptasi ikan dengan cara membiarkan ikan tetap di dalam wadah kurang lebih satu jam. Setelah dirasa ikan sudah beradaptasi, maka boleh diberi makan berupa pelet pabrikan dan pakan hidup seperti kutu air dan artemia. Pemberian pakan ikan guppy bervariasi, bisa 2 hingga 5 kali sehari.

“Ketika memberi makan ikan guppy secukupnya saja, tidak boleh berlebihan karena jika makanan tersebut sampai bersisa, maka akan mencemari air sehingga kualitas air menurun,” ujar Ahmad.

Tips selanjutnya yaitu melakukan sifon (menyedot kotoran ikan guppy) secara berkala, tujuannya untuk mengurangi amonia di dalam air. Sifon ini dilakukan untuk menjaga kualitas air agar selalu bersih. Cara melakukan sifon ini yaitu menyedot kurang lebih 30% air yang ada pada dasar wadah, kemudian setelah selesai diisi lagi dengan air yang baru, tentunya dengan air yang sudah diendapkan terlebih dahulu.

Treatment tersebut dilakukan hingga ikan guppy itu kawin dan hamil. Ketika ikan guppy hamil, maka harus dipisahkan antara ikan guppy betina dan ikan guppy jantan, hingga si betina beranak di wadah yang berbeda. Tujuannya agar tidak terjadi kanibalisme.

Dalam merawat anakan ikan guppy tidak jauh beda dengan merawat indukannya. Saat memasuki usia 1-1,5 bulan, ikan guppy tersebut dapat disortir antara yang jantan dan betina, lalu dipisahkan dalam wadah yang berbeda.

Saat usia 2,5 bulan, ikan guppy disortir lagi untuk membedakan mana ikan yang bagus dan berkualitas dengan yang kurang berkualitas. Saat memasuki usia 3-4 bulan, maka ikan guppy siap untuk dipasarkan.

“Beberapa tips tersebut adalah treatment yang umum dilakukan oleh banyak peternak ikan guppy. Meskipun demikian, setiap breeder mempunyai caranya masing-masing dalam merawat kan guppy. Jadi tidak ada kata yang salah dalam merawat ikan guppy,” pungkas Ahmad.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *