Bantul, jogjakeren.com – Pengurus LDII kembali mengadakan kegiatan pembekalan keputrian bagi ibu-ibu dan remaja putri pada Minggu (28/1/2024). Peserta pembekalan yang berjumlah 413 ini terdiri dari remaja berusia 17 tahun ke atas hingga lansia putri, termasuk juga santriwati Pondok Pesantren Nur Aisyah. Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Pulokadang, Jetis, Bantul.
Pembekalan keputrian ini merupakan salah satu program pembinaan LDII kepada ibu-ibu dan remaja putri. Kegiatan yang dilaksanakan serentak ini memiliki tujuan untuk mengedukasi ibu dan para remaja putri supaya meningkatkan potensi diri dan tetap menjaga diri untuk menghadapi perubahan zaman. Terdapat dua pemateri yang mengisi kajian agama, yaitu Ustadzah Siti Marfuah dan Ustadzah Syarifah Machbubah keduanya merupakan Guru Putri Pondok Pesantren Gading Mangu, Jombang.
Ustadzah Syarifah Machbubah menyampaikan materi tentang kewajiban perempuan sebagai seorang muslimah. “Sholat itu memang kewajiban bagi seorang muslim, tapi selain itu kita juga harus memiliki amalan andalan lainnya, seperti amalan sunnah,” ujarnya.
Ustadzah Syarifah juga menjelaskan salah satu contoh amalannya adalah berdzikir, karena mudah dilakukan namun pahalanya juga besar. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa perempuan supaya bisa mandiri, misalnya dengan memiliki keterampilan menjahit, memasak, dan lain-lain. Dengan keterampilan tersebut, membuka peluang besar untuk membuka usaha sendiri ketika berumah tangga.
Pemateri kedua, Ustadzah Siti Marfuah menjelaskan bahwa seorang perempuan pun supaya terus mencari ilmu, baik ilmu melalui pendidikan dan utamanya ilmu agama. “Dalam mencari ilmu itu harus memiliki adab, yaitu mengagungkan majelis taklim, ilmu, dan penyampainya, sehingga ilmu itu dapat bermanfaat,” jelasnya.
Kegiatan pembekalan berjalan dengan lancar dan para peserta juga antusias mengikuti acara dari pagi hingga selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh ibu-ibu dan remaja putri dapat mengembangkan potensi dirinya. Selain itu bagi remaja yang merupakan calon ibu juga dapat membekali dirinya dengan ilmu agama.





