Sleman, Jogjakeren.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Condongcatur bersama DPP LDII menggelar Pengajian Keputrian. Dengan tema “Meningkatkan Semangat Ibadah Dimulai Sejak Awal Tahun”. Acara ini berlangsung di Masjid Al-Anhar Krangkungan, Sleman, dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB, dengan dihadiri oleh 495 jamaah yang terdiri dari 310 ibu-ibu serta 195 remaja putri.
Acara tersebut diselenggarakan Minggu, 26 Januari 2025 oleh DPP LDII bidang Keputrian yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Peserta yang hadir dari berbagai majelis taklim binaan, di antaranya Masjid Taklim Al-Anhar Krangkungan, Baiturroyyan Sambirejo, Al-Muflihun Manukan, Nurul Hikmah Sawitsari, Al-Barokah Pring Wulung, dan Baitul Birri Widoro Baru. Tahun ini, pengajian juga dihadiri oleh peserta dari PAC LDII Caturtunggal, sehingga menambah semarak acara.

Acara dibuka oleh Dewan Penasihat DPD LDII Sleman H. Eka Budiana, S.Pd., dan berlangsung dengan khidmat meski harus menggunakan beberapa ruangan karena keterbatasan tempat. Peserta ibu-ibu ditempatkan di lantai satu masjid, sementara remaja putri berada di lantai dua. Sebagian peserta juga mengikuti acara dari ruang TK Budi Luhur dan area luar masjid dengan fasilitas zoom meeting.
Ketua PAC LDII Condongcatur, H. Dalino, A.P., menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini berbeda dengan menghadirkan peserta putri dari luar Condongcatur. “Agar materi lebih tepat sasaran, pemateri dan peserta harus sama-sama putri agar tidak canggung dalam penyampaian maupun penerimaan materi,” ujarnya.
DPP LDII menghadirkan pemateri yaitu Ustazah Hj. Diyah Puspita Rini, M.Pd. dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Jawa Timur, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya perempuan dalam menjaga ibadah di tengah kesibukan mengurus rumah tangga.
“Sering kali kaum ibu larut dalam rutinitas sehingga ibadah menjadi kendor. Maka, siraman rohani seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat ibadah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa perempuan lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika, sehingga perlu memperkuat ilmu agama agar tidak mudah terpengaruh emosi.
Salah satu pesan yang paling membekas bagi peserta adalah, “Orang yang paling dekat dengan neraka adalah perempuan, sebab ia kurang dalam agama dan sering mengingkari kebaikan suami sekecil apa pun. Maka dari itu, kita harus memperbanyak amalan baik.” Ucapan ini disampaikan dengan penuh ketegasan dan menyentuh hati para peserta.
Pengajian berakhir pada pukul 11.30 WIB dengan doa penutup oleh pemateri. Hawa Mustika Yuliana, salah satu panitia acara, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini. “Acara ini sangat memotivasi dan menyadarkan diri saya tentang pentingnya ibadah dan rasa syukur”, ungkapnya. Salah satu kalimat yang membekas bagi Tika adalah ‘Kita tidak akan berubah kecuali kita mau melangkah’. “Saya berharap acara seperti ini terus diadakan dengan tema yang berbeda, karena sangat bermanfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan Pengajian Keputrian dapat terus menjadi sarana peningkatan keilmuan dan semangat ibadah bagi kaum perempuan di lingkungan PAC LDII Condongcatur.





