Jogjakeren.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah merancang program ambisius untuk menjadikan tiga sungai utama di wilayahnya sebagai destinasi wisata air. Ketiga sungai yang akan dikembangkan adalah Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong.
Langkah awal untuk mewujudkan proyek ini adalah dengan melakukan normalisasi atau pembersihan sedimen yang mengendap di dasar sungai. Proses ini akan dimulai pada akhir Agustus 2025 dengan menggunakan alat berat.
Normalisasi Sungai untuk Pencegahan Bencana dan Potensi Wisata
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa normalisasi ini memiliki dua tujuan utama: mencegah potensi bencana banjir dan memunculkan potensi wisata. “Normalisasi sungai tidak hanya berfokus pada kebersihannya, tetapi juga untuk memunculkan potensi wisatanya, karena beberapa titik sungai di Kota Yogya memiliki itu,” kata Hasto.
Dalam pengerjaan proyek ini, Pemkot Yogyakarta melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pengerahan alat berat, terutama di Sungai Code yang sudah puluhan tahun tidak dinormalisasi. Hasto menambahkan bahwa pembersihan sedimen ini penting untuk menghentikan proses pendangkalan yang bisa menyebabkan air sungai meluap, terutama mengingat Sungai Code merupakan hilir dari Sungai Boyong yang berhulu di Gunung Merapi.
Dukungan Akses dan Sinergi Regional
Untuk tahap awal, normalisasi akan difokuskan pada Sungai Code dan Winongo. Meskipun demikian, Hasto mengakui bahwa menurunkan alat berat dan mengangkut sedimen tidaklah mudah. Oleh karena itu, dalam dua pekan ke depan, tim akan menentukan titik-titik strategis untuk pengerahan alat berat.
Terkait potensi wisata, Hasto melihat beberapa titik di sungai sudah memiliki pendukung, seperti aliran Sungai Code yang melintas di atas Jembatan Gondolayu. Lokasi ini dinilai menarik karena berada di kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.
Namun, untuk mewujudkan wisata air yang terintegrasi, diperlukan akses memadai bagi wisatawan. “Tepi Sungai Winongo, Code, dan Gajah Wong itu perlu terhubung karena akses jalan itu penting,” tegasnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga mendukung inisiatif ini dan menekankan pentingnya sinergi. Ia mengatakan kebersihan sungai tidak bisa hanya dijaga dari Kota Yogyakarta, tetapi juga harus berkoordinasi dengan wilayah Sleman yang menjadi hulu sungai. “Kami (provinsi) akan membantu agar kotoran aliran sampah di sungai Sleman tidak masuk ke wilayah Kota Yogyakarta, jadi Sleman juga harus bersih,” kata Sultan.





