Pengajian Online Khusus Tunarungu, LDII Sediakan Wadah Tunarungu Menimba Ilmu

Pengajian Online Khusus Tunarungu, LDII Gunungkidul Sediakan Wadah bagi Tunarungu untuk Menimba Ilmu
Pengajian Online Khusus Tunarungu, LDII Gunungkidul Sediakan Wadah bagi Tunarungu untuk Menimba Ilmu

Jogjakeren.com – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul menggelar Pengajian Online Khusus Tunarungu pada Kamis (24/3/2022) sore. Pengajian Online khusus tersebut dilaksanakan secara luring di Masjid Barokah Karangmojo, Gunungkidul, serta secara daring yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini menjadi kesempatan yang sangat luar biasa bagi para penyandang tunarungu. Melalui Pengajian Khusus Tunarungu ini, mereka yang memiliki keterbatasan juga mendapatkan kesempatan untuk bisa memperdalam ilmu agama.

Pengajian Khusus Tunarungu Berawal dari Surabaya

Fany Ardianto yang merupakan salah satu pengajar dalam Pengajian Khusus Tunarungu menyampaikan bahwa pengajian ini diawali dari Surabaya sejak tahun 1996. Diawali oleh seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menyediakan pengajian dengan bahasa isyarat di lingkungannya, akhirnya peserta pengajian semakin banyak, bahkan dari luar provinsi.

Read More

Berawal dari masa pandemi, di mana kegiatan yang mengumpulkan massa banyak dibatasi, akhirnya pengajian dilaksanakan secara daring. Hal ini juga didukung dengan semakin tersedianya sumber daya manusia (SDM) atau pengajar yang berkompeten.

“Jadi awal mula pengajian online, kan itu diawali pada masa pandemi yang sebelumnya itu diadakan secara offline atau tatap muka di Surabaya. Teman-teman tunarungu itu pulang ke tempatnya masing-masing. Karena di rumah tidak ada yang mengajari ngaji, akhirnya mereka minta ngaji secara online,” terang mahasiswa akhir Jurusan Psikologi ini.

Di tengah mudahnya penyebarluasan informasi melalui media masa, akhirnya peserta pengajian tunarungu online bisa semakin banyak. Peserta dari berbagai daerah di Jawa serta luar Jawa kemudian bergabung untuk menimba ilmu dengan bahasa isyarat.

“Akhirnya lama kelamaan karena sudah menyebar informasinya, dari luar Jawa juga mengetahui, bahkan skala nasional, sehingga mereka-mereka juga ikut,” lanjut Fany.

Pengajian Online Khusus Tunarungu serta Pengajian Luring di Gunungkidul

Pengajian Online Khusus Tunarungu Diikuti oleh Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia
Pengajian secara Daring Diikuti oleh Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia

Fany juga menambahkan untuk pengajar pengajian online khusus tunarungu ini berjumlah 6 orang, dan hanya 1 pengajar yang ada di Gunungkidul. Adapun untuk peserta yang mengikuti pengajian secara daring berkisar antara 15-20 orang per pertemuan.

“Untuk frekuensi pengajiannya, kalau pengajian online seminggu itu sekitar 3 kali. Kalau yang offline, sekarang hanya ada di Surabaya, kemudian karena dari teman-teman tunarungu Gunungkidul dan sekitarnya banyak, akhirnya minta ngaji secara tatap muka,” imbuh Fany.

Sementara itu, materi yang disampaikan berupa Al-Quran, Al-Hadits, doa-doa, serta praktek ibadah. Penyampaian materi dilaksanakan dengan menggunakan bahasa isyarat. Fitur chat dalam aplikasi Zoom juga dimanfaatkan untuk menjelaskan bahasa-bahasa yang sukar disampaikan dengan bahasa isyarat.

Peserta Pengajian Tunarungu: Kami Ingin Masuk Surga Selamat dari Neraka

Peserta Pengajian Tunarungu, Kami Ingin Masuk Surga Selamat dari Neraka
Peserta Pengajian Tunarungu, Kami Ingin Masuk Surga Selamat dari Neraka

Salah satu peserta pengajian, Aulia Qurrota A’yun memberikan tanggapannya terkait dengan pengajian yang dilaksanakan secara daring untuk tunarungu ini.

Dengan bahasa isyarat, A’yun menjelaskan bahwa ia senang mengaji dan mencari ilmu agama. Ia juga berharap bisa mengajar teman-teman tunarungu di Gunungkidul. Di akhir percakapan, A’yun berharap kepada para penyandang tunarungu bisa semangat dalam mencari ilmu agama, sehingga bisa bersama-sama masuk surga dan selamat dari neraka.

Berawal dari masa pandemi, Pengajian Online Khusus Tunarungu diharapkan dapat terus mewadahi para tunarungu dari berbagai daerah yang ingin mencari ilmu agama. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan ilmu agama dengan lebih mudah dan lebih luas.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *