Jogjakeren.com – Setelah menikah dan memiliki anak, seorang wanita berpredikat sebagai ibu. Peran ganda harus dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari seorang ibu. Selain mengatur keberlangsungan rumah tangga, seorang ibu juga menjadi pendamping suami serta berkewajiban mendidik dan mendampingi anak-anaknya.
Dalam mengatur rumah tangga, mulai bangun tidur sampai tidur lagi, seorang ibu hampir tidak berhenti bekerja. Dari menyapu, memasak, mencuci piring dan baju sampai tugas lain di rumah, harus dilakukannya hingga tuntas. Sebagai pendamping suami, seorang ibu wajib menghormati dan menghargai suaminya. Menjaga rahasia suami dan mendukung serta membantu kelancaran tugas suaminya.
Dalam mendidik dan mendampingi anak, peran seorang ibu sudah dimulai sejak sembilan bulan masa kehamilan, persalinan, dan terus tumbuh kembang bersama anak hingga anak mampu hidup mandiri. Selama masa kehamilan, selain kondisi fisik tubuh berubah, juga tidak nyaman saat istirahat dan terkadang terasa mual saat makan.
Setelah bayi lahir, hampir setiap malam harus begadang agar bayi tidak rewel. Saat anak beranjak dewasa, butuh pendampingan yang ekstra. Menjalani hal-hal seperti diatas, dibutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang luar biasa.
Meskipun demikian, seorang ibu tidak pernah mengeluh capek dan sejenisnya. Semua dijalani dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Harapannya agar rumah tangga berjalan harmonis dan anak-anak menjadi sholih-sholihat.
Begitu besarnya peran ibu dan beratnya pengorbanan yang diberikan, maka sebagai anak harus berbakti kepadanya. Hal ini sebagai realisasi dari perintah Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam HR Bukhari. Diisebutkan ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi, “Siapa orang yang paling pantas untuk mendapatkan aliran kebaikan yang saya lakukan?” Nabi menjawab, “Ibumu”.
Sahabat itu kembali bertanya, “Lalu siapa setelah itu?” Nabi menjawab, “Ibumu”. Sahabat itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Nabi menjawab “Ibumu”. Lalu, setelah itu siapa wahai Nabi?” Nabi menjawab, “Ayahmu”.
Datangnya bulan Desember 2022 ini, dapat mengingatkan kembali kepada anak-anak di muka bumi ini, agar selalu berusaha berbakti terhadap ibunya. Hal ini juga diperkuat lagi dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Imam Ahmad: “Surga itu terletak di bawah telapak kaki ibu”.
Selamat Hari Ibu 2022.





