Sleman, Jogjakeren.com – Sembada Cup kembali digelar untuk ke-5 kalinya. Ajang kejuaraan yang digelar oleh PERSINAS ASAD Kabupaten Sleman ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Tahun ini, sebanyak 174 atlet dari berbagai usia ikut bertanding memeriahkan acara tersebut. Digelar selama 2 hari Sabtu dan Minggu, 19-20 Oktober 2024, Sembada Cup bertujuan menjaring para atlet muda berbakat untuk bisa berlaga di berbagai kejuaraan. Salah satunya Kejurkab IPSI Sleman yang akan dihelat pada bulan November mendatang.
PERSINAS ASAD memang sering menerjunkan para pesilatnya untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah, provinsi, nasional hingga internasional.Tidak hanya ikut berpartisipasi, para pesilat perguruan ini juga banyak menorehkan berbagai prestasinya. Tak luput pula menjadi perwakilan Indonesia dalam berbagai ajang kompetisi pencak silat.

Boy, pewakilan tamu undangan asal Perguruan Walet Puti, dalam kunjungannya ikut mengapresiasi Sembada Cup. Dalam wawancaranya, ia menegaskan bahwa PERSINAS ASAD sebagai sebuah perguruan silat memiliki sistem pembinaan atlet yang bagus. “PERSINAS ASAD ini bagus-bagus pesilatnya, sering menurunan anaknya ke daerah dan provinsi juga,” ujarnya.
PERSINAS ASAD tidak hanya sebuah perguruan pencak silat biasa. Di dalamnya juga menekankan tentang pembentukan karakter pada para atlet. Menariknya, Sembada Cup memiliki tema berbeda setiap tahunnya. Tema “Pesilat Berprestasi dan Berkarakter Luhur” menjadi fokus utama pada perhelatan ini.
Tak hanya sekedar gagasan belaka, Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Sleman, H. Nur Ridho, S.Pd. menegaskan alasan konkret mengusung tema tersebut.
“Memang kami hanya mengambil pesilat yang betul-betul mempunyai kapasitas dan akhlakul karimah. Kalau tidak (berakhlakul karimah), akan jadi kerusakan nantinya, karena ilmunya untuk membuat onar di luar dan sebagainya. Seluruh pesilat kami tekankan untuk berkarakter yang baik sehingga menjadi suri tauladan untuk generasi selanjutnya,” pungkas Nur.
Pembentukan Karakter Pesilat
Membentuk karakter pesilat juga harus diawali dengan cinta terhadap silat termasuk mengetahui asal usulnya. “Menanamkan kecintaan harus tahu dasar awal mula silat itu dari mana. Apalagi generasi Z atau alpha tidak tahu bagaimana leluhur dulu memperjuangkan (silat). Dulu, sulitnya latihan bila diri itu harus dengan gerakan pencak, gerakan seni tari. Maka dari itu, silat itu banyak seninya. Nah, sekarang jangan jadikan silat itu untuk ajang jago-jagoan. Ingat leluhur kita bagaimana perjuangannya,” tegas Boy.
Boy juga berpesan khususnya kepada para pesilat PERSINAS ASAD dan pesilat pada umumnya untuk terus berkarya. “Jangan pernah mikir omongan jelek dan negatif yang lain. Saya sudah kenal dari lama dan persinas ini positif” pungkasnya.
Sembada Cup 2024 telah sukses digelar. Sebagai bukti nyata komitmen PERSINAS ASAD dalam membina para pesilatnya tidak hanya berprestasi dalam pencak silat, namun juga menanamkan karakter luhur dalam masing-masing individunya. Diharapkan ajang tahunan ini dapat menginspirasi peserta, perguruan lain, hingga masyarakat pada umumnya. Semoga melalui Sembada Cup, semakin banyak bibit yang hadir dan mengharumkan nama Indonesia.





