Persiapkan Diri Tanpa Kehilangan Jati Diri

Kehilangan Jati Diri
Peserta seminar di studio utama masjid Al Anhar Krangkungan Sleman Yogyakarta

Sleman, Jogjakeren.com – Ada rasa khawatir setelah menikah nanti? Akankah diri kita kehilangan jati diri? Banyaknya tugas, tanggung jawab, kerepotan, serta perubahan peran yang akan dijalani membayang-bayangi? 

Inilah salah satu butir pertanyaan yang dikupas pada Seminar Sadar Kesehatan Mental yang dihelat oleh Perempuan LDII Sleman di Masjid Al Anhar Krangkungan Sleman Yogyakarta. Seminar dihadiri 567 remaja putri secara hybrid, Minggu (22/6/2025).

Dalam pandangan agama Islam pernikahan merupakan sunnah Rasul yang bernilai ibadah. Menikah juga menjadi penyempurna  agama, menjaga diri dari perbuatan maksiat serta membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Namun demikian, fenomena yang terjadi pada generasi Z saat ini mengalami perubahan pola pikir terhadap pernikahan. 

Read More
Kehilangan Jati Diri
Dokter Tika Prasetiawati memaparkan materi kesehatan mental

Meskipun tidak menolak pernikahan, namun mereka lebih selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ada banyak faktor yang menjadi kekhawatiran. Menikah itu scary merupakan salah satunya. Mereka khawatir dengan dinamika pernikahan, seperti konflik, kekerasan dalam rumah tangga atau perubahan peran dan tanggung jawab setelah menikah. 

Dokter Tika Prasetiawati yang menjadi narasumber pada acara tersebut memberikan anjuran untuk menyikapi hal tersebut. Pertama, bahwa menikah itu jangan karena escape dari masa lalu. Kedua, menikah itu jangan untuk mencari kebahagiaan namun menikahlah untuk berbagi kebahagiaan.

Juga perlu disadari adanya perubahan peran setelah menikah yaitu menjadi istri, menjadi ibu dan menjadi diri sendiri. Dalam waktu yang bergulir, manajemen waktu untuk menjalani ketiga peran tersebut sangatlah penting. “Oleh karena itu, galilah potensimu! Jangan kehilangan dirimu setelah menikah. Harus ada waktu untuk diri sendiri,” ucap dokter Tika. 

Kehilangan Jati Diri
Peserta seminar di studio utama masjid Al Anhar Krangkungan Sleman Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut, dokter Tika juga mengulas materi tentang pengertian dan pentingnya menjaga kesehatan mental, jenis-jenis gangguan mental, cara menjaga kesehatan mental dan sumber bantuan. Dijelaskan pula bahwa kesehatan mental berpengaruh langsung pada pikiran, emosi, perilaku hubungan  sosial, serta kemampuan dalam menghadapi tantangan hidup. 

Sejalan dengan definisi kesehatan mental dari WHO bahwasannya mental yang sehat bukan hanya tidak adanya gangguan jiwa melainkan mampu menjadi pribadi yang menyadari kemampuan diri, mengatasi tekanan hidup, bekerja secara produktif dan bermanfaat serta berperan dalam komunitas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *