Jogjakeren.com – Institusi Pendidikan Tinggi (IPT) memegang peranan penting dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih sering dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs). Implementasi SDGs dalam IPT dilakukan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia.
Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pencapaian SDGs, Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan ProSPER.Net Network dalam kegiatan ProSPER.Net/UNU-IAS/UNESCO Joint Project – Development of a Framework for the Local Implementation of the SDGs – Phase II: Survey on Community Engagement in Higher Education for Sustainable Development.
ProSPER.Net sendiri beranggotakan IPT dari Thailand (Chulalongkorn University), Jepang (Keio University), Filipina (University of the Philippines), Malaysia (Universiti Sains Malaysia) dan India (TERI University). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat bagaimana IPT dapat mendukung pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam mengimplementasikan SDGs melalui pengabdian kepada masyarakat.
Pada dasarnya, kegiatan ini berkontribusi untuk semua SDGs, khususnya untuk SDG#4 (Pendidikan) dan SDG#17 (Kemitraan). UGM menjadi bagian dalam tim yang dikoordinatori oleh Chulalongkorn University Thailand sejak September 2020. Kegiatan kali ini merupakan kegiatan lanjutan dari Tahap I (Phase I) yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.
Pada Tahap II, fokus kegiatan adalah mengeksplorasi model kolaborasi antara ITP dengan masyarakat dalam mengimplementasikan SDGs menggunakan analisis dan pengalaman masing-masing ITP yang terlibat dalam kegiatan ini. Di UGM sendiri, kegiatan ini kemudian diarahkan dengan mengevaluasi aktivitas pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen UGM pemenang hibah pengabdian pada tahun 2020.
Untuk mencapai objektif dari kegiatan ini, tim mengembangkan tools yang didesain untuk mengetahui kegiatan pengabdian kepada masyarakat masing-masing anggota ITP sebelum dan selama pandemi. Hasil yang didapatkan kemudian disajikan dalam bentuk rekomendasi untuk dipresentasikan pada konferensi internasional yang dilaksanakan pada 18 Agustus lalu.
Dari analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa support atau dukungan UGM baik dari sisi kebijakan, pendanaan, fasilitasi, dan SDM, menjadi kekuatan (strength) dalam dalam pelaksanaan Tri Dharma Pengabdian. Namun, masih ada beberapa hal lain yang juga menjadi tantangan bagi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Pengabdian pada tahun 2020, seperti terbatasnya komunikasi dengan masyarakat selama pandemi dan adanya kemungkinan bahwa program pengabdian yang dilakukan tidak berlanjut.
Hal ini dapat terjadi dikarenakan masyarakat mengalami burn-out akibat situasi pandemi yang terus berlangsung sampai saat ini, sehingga ada kemungkinan berkurangnya penerimaan masyarakat terhadap aktivitas-aktivitas pengabdian di masa mendatang. Terlepas dari itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat UGM pada tahun 2020 telah berkontribusi untuk semua SDGs, dengan didominasi oleh SDG#3 (Kehidupan yang sehat dan Sejahtera) dan SDG#8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Kontribusi Universitas Melalui Pengabdian Masyarakat
Prof. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. sebagai direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) sekaligus koordinator tim UGM menekankan pentingnya rekognisi internasional terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh universitas. “Ini kesempatan UGM untuk menjulang tinggi seperti yang dislogankan selama ini, Kitoh UGM sebagai kampus kerakyatan itu untuk menjadi universitas yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakatnya. Namun, UGM juga perlu untuk menginformasikan kepada dunia bahwa kita (UGM) turut membantu menyukseskan program dunia yang dikenal dengan Sustainable Development Goals melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat DPKM UGM, Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D. juga menambahkan bahwa pandemi yang berlangsung saat ini menuntut DPKM dan akademia UGM untuk saling bergandengan tangan dalam membantu masyarakat bertahan. “Semangatnya adalah no one left behind yang artinya tidak ada yang tertinggal. Kegiatan pengabdian yang kita lakukan mungkin memang tidak menyelesaikan 100% masalah yang ada di masyarakat saat ini. Namun setidaknya, kontribusi universitas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bisa memberikan perbedaan dan support terhadap implementasi SDGs di masyarakat dalam situasi seperti ini (pandemi),” tuturnya.





