Jogjakeren.com – Bagi umat Islam, memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat sesuai tuntunan Alquran dan Alhadis adalah cermin muslim yang sebenarnya. Karena sesungguhnya di dalam Islam ada garis panduan tersendiri mengenai adab berpakaian untuk laki-laki dan perempuan.
Saat ini, perkembangan zaman dan teknologi cukup berpengaruh terhadap cara berpakaian umat Islam. Model pakaian kini lebih beragam, namun yang perlu diperhatikan adalah harus tetap syar’i yakni sesuai tuntunan dalam Alquran dan Alhadis.
Menyikapi hal itu, bidang keputrian Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Prima menyelenggarakan webinar tentang cara berpakaian menurut Islam dengan judul “Ajining Raga Gumantung Saka Busana” yang artinya berharganya raga seseorang bergantung pada busana atau pakaian.
Webinar diikuti remaja putri mulai usia SMP di 55 titik zoom dengan studio utama Grha Cendekia, Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, D I Yogyakarta, Minggu (5/9/2021).
Materi webinar disampaikan oleh Ust. Rosyid Kurniawan yang membahas tentang pakaian syar’i, baik pengertian, tata cara dan manfaatnya di dunia maupun di akhirat.

“Perempuan yang berpakaian syar’i bisa mempengaruhi perilaku lawan jenis yang melihatnya. Perempuan menjadi lebih terhormat di hadapan lawan jenis dan di hadapan Allah tentunya,” kata Ust. Rosyid.
Berpakaian syar’i itu, lanjut Ust. Rosyid, untuk menghindarkan diri dari perhatian, bukan untuk menarik perhatian. “Memakai jilbab itu untuk menghindari perhatian bukan untuk mencari perhatian dan berpakaian sesuai syariat agama bisa menjaga diri dari fitnah,” jelas Ust. Rosyid.

Usai pemaparan materi, Ust. Rosyid memberikan waktu kepada peserta untuk bertanya. Peserta terlihat antusias bertanya dan dijawab oleh Ust. Rosyid dengan jelas diperkuat dengan mencantumkan dasar hadisnya. Materi pun disampaikan dengan selingan hiburan sehingga terlihat menarik dan peserta fokus mendengarkan materi.
Usai kegiatan webinar, Ust. Rosyid berharap khususnya kepada remaja putri agar dalam berpakaian syari’i tidak hanya pada saat pengajian saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan sampai ketika mengaji pakaiannya syar’i, tetapi ketika mengikuti acara lain pakaiannya tidak sesuai syariat agama,” pesan Ust. Rosyid mengakhiri materinya.





