Remaja LDII Gunungkidul Sosialisasikan Etika Bermedia Sosial

  • Whatsapp
Remaja LDII Gunungkidul Sosialisasikan Etika Bermedia Sosial
Sabtu (20/3) malam, remaja LDII sosialisasikan etika bermedia sosial bagi para pemuda.

Jogjakeren – Sabtu (20/3) malam, remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII Kabupaten Gunungkidul mengadakan sosialisasi etika bermedia sosial. Hal ini menjadi salah satu langkah remaja LDII untuk mengajak pemuda untuk melek media di tengah perkembangannya yang begitu pesat.

Salah satu perkembangan teknologi tersebut adalah penggunaan media sosial, mulai dari WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, hingga TikTok. Pengguna aktif media sosial pun mayoritas dari kalangan generasi millenial, sehingga melek media sangatlah diperlukan oleh pemuda.

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, remaja LDII memandang perkembangan teknologi dan informasi ini perlu disikapi dengan pembekalan bagi generasi muda. Para pemuda harus memiliki pemahaman yang baik, sehingga dapat memilih dan memilah, berbagai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bermedia sosial.

Remaja LDII Gunungkidul Sosialisasikan Etika Bermedia Sosial
Remaja LDII Gunungkidul Sosialisasikan Etika Bermedia Sosial

Sasaran Kegiatan Sosialisasi Etika Bermedia Sosial

Remaja LDII mengadakan sosialisasi etika bermedia sosial dalam serangkaian acara pengajian generasi muda. Acara tersebut dilaksanakan secara semi daring dengan diikuti oleh remaja usia 13 tahun ke atas.

Studio utama kegiatan ini berlokasi di Masjid Nur Hidayatullah Sumberjo, Karangmojo, yang kemudian diikuti secara daring oleh remaja dari PAC LDII di Kabupaten Gunungkidul Pokja (Kelompok Kerja) Timur. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini kurang lebih berjumlah 350 orang yang terkoneksi secara online melalui aplikasi Zoom.

Kegiatan ini juga sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah atau DPD LDII Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu. H. Nurasid menyampaikan bahwa akhir-akhir ini media sosial tak mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang menghargai perbedaan, toleran, tenggang rasa, dan tepa selira serta gotong-royong.

Materi Sosialisasi Etika Bermedia Sosial

Sosialisasi etika bermedia sosial disampaikan oleh Arum Fahmi Faulana, yang kemudian dilanjutkan dengan ceramah dari H. Sihadi.
Dalam pemaparan etika bermedia sosial, remaja LDII diterangkan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial serta upaya bijak dalam menggunakan media sosial.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermedia sosial di antaranya: menjaga niat; media sosial adalah konsumsi publik; tidak menggunjing dan bullying/body shaming, toleransi agama, tidak menyebarkan hoax, serta memperhatikan tulisan yang diunggah.

“Ada 6 upaya bijak dalam menggunakan media sosial yaitu tabayyun/konfirmasi kebenaran informasi, hati-hati dalam berkoneksi atau filter pertemenan di media sosial, menjaga diri dan kehormatan, hapus yang memberi pengaruh negatif, memanfaatkan media sosial sebagai sumber pahala, atau kegiatan produktif lainnya, serta manajemen waktu,” terang Arum dalam materinya.

“Perkembangan teknologi informasi mampu memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif bagi penggunanya. Perlindungan dan pertolongan Allah serta perilaku bijak dalam menggunakan media sosial merupakan kunci terselamatkannya keimanan dan kefahaman agama dari dampak negatif penggunaannnya,” lanjutnya.

Media sosial seakan menjadi pedang bermata dua. Di salah satu sisi, media sosial mampu memberikan berbagai manfaat, namun di sisi lain juga mampu merugikan orang banyak. Maka, mari bersama kita melek media, memahami etika, serta bijak dalam bermedia sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *