Kerennya Gotong Royong, Kerja Berat Jadi Terasa Ringan

  • Whatsapp
Warga Bojong meratakan material pengerasan jalan (foto : Lines Kulon Progo)
Warga Bojong meratakan material pengerasan jalan (foto : Lines Kulon Progo)

jogjakeren – Gotong royong merupakan kepribadian dan karakter dari masyarakat Indonesia. Tentunya Kalian sering menjumpainya di sekitar tempat tinggal. Terlebih, jika tinggal di daerah pedesaan. Bojong merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya kurang lebih 4 kilometer di sebelah selatan Kota Wates. Di sana, gotong royong masih terpelihara dengan baik. Terbukti ketika dilaksanakan bakti sosial pengerasan jalan pada hari Minggu 21 Maret 2021 kemarin, semua warga masyarakat ikut bahu membahu dalam kegiatan tersebut.

Distribusi material beton dengan angkong (foto : Lines Kulon Progo)
Distribusi material beton dengan angkong saat gotong royong pengerasan jalan (foto : Lines Kulon Progo)

Jalan yang dikeraskan merupakan akses jalan desa menuju area persawahan. Bagi warga Bojong, akses jalan ini cukup sering dilalui untuk mata pencaharian mereka. Peralatan yang digunakan dalam bakti sosial semi modern. Untuk mencampur semen, batu, pasir, dan material lainnya digunakan molen mixer beton. Material cor yang sudah siap, didistribusikan ke lokasi yang ditentukan menggunakan angkong. Angkong adalah sejenis gerobag kecil dengan sebuah roda dan dioperasikan 1 orang dengan cara didorong. Di sana, sudah siap beberapa warga yang meratakannya dengan cangkul dan alat lainnya. Semua berperan, menjadikan pekerjaan yang berat menjadi terasa ringan. Apalagi dengan diselingi sekedar gurauan untuk mencairkan suasana. Durasi bakti sosial yang cukup panjang, mulai jam 8 pagi sampai 17 menjadi tidak terlalu terasa capeknya.

Bacaan Lainnya

Rukun dan Kompak dalam Gotong Royong

Pada bakti sosial ini, PAC LDII Bojong berkesempatan untuk memberikan bantuan 15 sak semen. Koordinator bakti sosial Suradi, Ketua RW 32 Bojong menyampaikan rasa terima kasihnya. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat karena dilangsungkan di masa pandemi. Setiap warga yang ikut gotong royong dalam kerja bakti dihimbau untuk selalu mengenakan masker. Selain itu, jaraknya pun diatur. Di samping agar pekerjaan lebih efektif dan efisien, juga untuk menjaga jarak dan menghindari kerumuanan. “Terima kasih kepada masyarakat dan warga LDII yang hari ini hadir pada pengecoran jalan dan bersih-bersih lingkungan. Mari tetap kita lakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan cuci tangan,” kata Suradi.

Hingga sore hari jam 17, pengecoran 100 meter jalan desa sukses dilaksanakan sesuai rencana . Tentunya, hal ini tidak lepas dari kerukunan dan kekompakan seluruh warga. “Hari ini kita membuktikan bahwa warga dusun dan warga LDII bersama-sama, saling bahu membahu pembangunan akses jalan desa. Kali ini, gotong royong kita dalam pengecoran jalan mewujudkan kerukunan kekompakan umat beragama dan masyarakat setempat.” kata Peltu (Purn.) Nur Yanto, PAC LDII Bojong. Terbukti, dengan adanya gotong royong, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *