Kulon Progo (15/10) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kulon Progo menggelar pelatihan Budi Daya Ayam Kampung di lingkungan Masjid Al Haq, Pengasih, Kulon Progo. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) sebagai upaya memajukan ekonomi keluarga, menyambut hari jadi Kulon Progo ke-72. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kulon Progo.
Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Bidang EPM atas penyelenggaraan pelatihan. “Pelatihan ini sangat strategis dalam membangun ekonomi keluarga. Kekuatan ekonomi bangsa bermula dari kestabilan ekonomi keluarga,” tandas Pandaya.
Lebih lanjut, Pandaya juga memaparkan konsep Keluarga CERIA yang menjadi tujuan utama pelatihan ini. CERIA merupakan singkatan dari Cerdas, Inovatif, dan Amanah. “Keluarga Cerdas adalah keluarga yang mampu menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Keluarga Inovatif selalu berusaha mewujudkan kemandirian ekonomi dan menciptakan hal-hal baru untuk mewujudkan konsep rumahku surgaku. Sedangkan Keluarga Amanah, yaitu keluarga yang selalu membina dan memelihara anggota keluarga sebagai amanah dari Allah,” pungkas Pandaya yang juga memelihara ayam sebagai usaha sampingan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Sarji dari Bidang EPM DPD LDII. Materi ini mencakup berbagai aspek budi daya ayam kampung, mulai dari memilih bibit, membuat kandang, meracik pakan, hingga pencegahan penyakit. Sarji memberikan penekanan pada pentingnya memahami dan menerapkan metode budi daya yang baik untuk meningkatkan produktivitas ternak ayam kampung.

Dalam suasana pelatihan yang penuh semangat, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang materi ini. Mereka juga diajak untuk menggali potensi ekonomi yang bisa dihasilkan melalui usaha peternakan ayam kampung. “Salah satu kunci keberhasilan budi daya ayam yaitu meminimalkan penyakit. Setelah sesi ini akan kami praktekkan bersama pembuatan empon-empon untuk suplemen ayam agar tidak mudah sakit,” tandas Sarji.
Para peserta sangat antusias dan berharap dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat sesi praktik pembuatan pakan dan suplemen ayam. “Sangat menarik. Insya Allah segera membuat suplemen ayam setelah kegiatan ini,” ungkap Abdul Jalil, peserta dari PAC Giripeni.
Pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Diharapkan kegiatan ini akan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengembangkan usaha budi daya ayam kampung dan menghasilkan tambahan pendapatan keluarga. Semangat dan kolaborasi dalam pelatihan seperti ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan keluarga yang CERIA, dan pada akhirnya, ikut berkontribusi dalam memajukan ekonomi bangsa.





