Sampah Plastik Ancam Estetika dan Kenyamanan Wisata

Mikroplastik cemari laut
Mikroplastik cemari laut (Sumber: Kompasiana.com)

Jogjakeren.com – Sobat Jogker, pernah nggak sih saat lagi pengin healing di pantai malah nemu tumpukan sampah plastik?. Waduh. Awalnya mau healing justru tambah pusing.

Sampah masih menjadi isu lingkungan yang berkepanjangan dan belum terselesaikan hingga kini. Jumlah sampah yang dihasilkan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah timbulan sampah di Indonesia mencapai 18.259.210,61 ton/tahun, dengan 18,8% nya merupakan sampah plastik.

Hal ini mendorong perlunya upaya penanganan sampah yang terintegrasi di tingkat nasional maupun daerah. Pemerintah mengeluarkan Rencana Aksi Sampah Laut melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018. Pemerintah menargetkan pengurangan sampah plastik sebesar 70% hingga tahun 2025.

Read More

Di tingkat daerah, misalnya, Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan larangan membuang sampah anorganik termasuk plastik. Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 660/6123/SE/2022 tentang larangan pembuangan sampah yang berlaku mulai Januari 2023. Larangan ini dikeluarkan menyusul tingginya volume sampah dan menurunnya daya tampung TPA Piyungan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan bahwa 0,27 juta hingga 0,29 juta ton sampah plastik per tahun mengalami kebocoran dan memasuki laut Indonesia. Plastik merupakan bahan yang sulit untuk diurai, bahkan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun.

Sampah yang mencemari lautan menimbulkan masalah lingkungan baru, yakni cemaran mikroplastik. Mikroplastik ini berasal dari proses penguraian sampah plastik yang berukuran lebih besar. Tingginya volume buangan sampah plastik tentu menyebabkan tingginya cemaran mikroplastik.

Baca juga: Menilik Potensi Pengelolaan Sampah di Balik Gerakan Zero Waste

Tumpukan sampah dan cemaran mikroplastik dapat menurunkan estetika tempat-tempat wisata. Cemaran mikroplastik juga sangat berbahaya bagi lingkungan, serta komponen biota dan abiota di dalamnya. Partikel mikroplastik yang terkonsumsi biota laut dapat menurunkan kualitasnya sebagai bahan pangan.

Mikroplastik yang terkandung dalam biota laut, misalnya ikan, bisa berpindah dari tubuh ikan ke tubuh manusia yang mengonsumsimya. Peneliti dari University of Hull di Inggris menemukan konsentrasi rata-rata 15 partikel plastik per gram jaringan vena sama atau lebih tinggi dari kadar yang ditemukan di jaringan paru-paru dan usus besar manusia.

Sobat Jogker, yuk jaga lingkungan kita. Jadi bisa healing dengan aman dan nyaman, kan?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *