Sakoda SPN Audiensi Proklim, Ini Harapan Kwarda DIY

Audiensi Proklim KWARDA DIY
SAKODA DIY audiensi Proklim ke KWARDA DIY, Jumat (17/2/2023)

Jogjakeren.com – Satuan Komunitas Daerah (Sakoda) Sekawan Persada Nusantara (SPN) DIY berkunjung dalam rangka audiensi Program Kampung Iklim (Proklim) ke Kwarda DIY di Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Tambak Bayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (17/2/2023). Audiensi dihadiri oleh Ka Kwarda DIY, Waka Abdimas Kwarda DIY, Mabi Sakoda DIY, Ka Sakoda DIY, Sekretaris Sakoda DIY, Sakocab Sleman, Ka Gudep Turi, Ka Panitia Proklim, dan Ka LINES Jogja Sleman.

Kak Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. sebagai Mabi Sakoda DIY menyampaikan bahwa Dusun Sangurejo dipilih oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mewakili Kapanewon Turi menjadi kampung Proklim. “Dengan adanya Program Kampung Iklim (Proklim) berharap bisa membawa nama baik Kampung Pramuka dan bisa sama-sama mendukung kampung ini menjadi kampung proklim, karena proklim ini betul-betul program cinta lingkungan,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, H. Agus Kurniawan, S.Hut., M.Sc. sebagai Ka Panitia Proklim menyampaikan bahwa Program Kampung Iklim ini mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat dan mendapat dukungan dari pemerintah setempat serta diharapakan dapat berkembang di kampung-kampung lainnya.

Read More

“Terkait dengan permohonan kami pada tanggal 26 Februari, kami sudah menyiapkan panitia secara internal di sekretariat maupun tim lapangan yang nantinya menyiapkan event. Harapannya nanti dari Kwarda DIY bisa hadir memberikan sambutan dan juga mendeklarasikan Kampung Iklim. Selain itu, Kampung Sangurejo juga sebagai Kampung Pramuka yang sudah ditetapkan pada tanggal 31 Desember kemarin oleh Kwarda,” ujar Kak Agus.

Dusun Sangurejo menjadi sasaran perintisan kampung Proklim DIY berdasarkan potensi lokal unggulan yang dimiliki. Kak Agus menambahkan bahwa pelaksanaan Kampung Iklim dapat terjalin tentunya dengan usaha-usaha yang mendorong serta melibatkan masyarakat untuk mengabarkan Proklim tersebut lebih intens.

Di pengalaman kali ini, Waka Abdimas Kwarda DIY, Kak Krido memaparkan adanya kampung Proklim merupakan usulan dari Kwaran lalu dievaluasi oleh Kwarcab. Dusun Sangurejo masuk di 9 dari Kwarda, mengawali dari Kampung Pramuka diharapkan ada sako dan berbasis saka. Dengan itu Sako SPN diharapkan dapat berkolaborasi dengan Saka yang terlibat dalam kampung Proklim dan tokoh masyarakat yang berpotensi dalam pengembangan kampung Proklim.

“Sangurejo menjadi Kampung Pramuka berbasis Proklim itu sebagai identitas. Selain itu, Sangurejo punya unggulan salah satunya irigasi tetes dengan sistem gravitasi. Maka dari itu, Proklim dimulai dengan menggali potensi dan mengedepankan kemitraan dengan pihak masyarakat setempat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan terciptanya kemitraan dengan masyarakat setempat, perlu dilakukan beberapa upaya salah satunya dengan mengangkat isu unggulan dengan menggunakan sumber daya lokal pada saat deklarasi Kampung Iklim. Deklarasi Kampung Iklim akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2023 mendatang.

Kak Dijah I dari Kwarda DIY menyebutkan bahwa observasi dan Program Kampung Iklim merupakan salah satu Krida dari Saka Kalpatar. Kak Dijah berharap kedepannya Kampung Pramuka dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan Saka yang ada di cabang dengan melibatkan Kwaran cabang. Melalui pemaparannya tersebut ia berharap supaya tercipta gugus depan yang ramah lingkungan melalui pembina-pembina yang ada.

“Saya melihat dari Kwarnas SK 107 tahun 2017 itulah gugus depan ramah lingkungan sebetulnya, mungkin disana ada Siaga (SD) dan mungkin Penggalang itu bisa. Kami sudah mensosialisasikan ini dari gugus depan sana, supaya pelatih-pelatih yang ada mengusahakan gugus depannya bisa melibatkannya di sini,” ujarnya.

Dengan adanya Kampung Pramuka berbasis Proklim ini merupakan bentuk usaha untuk bersama-sama dalam memberdayakan masyarakat serta memberdayakan anggota gerakan pramuka.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *