Sebuah Puisi untuk Menyongsong 80 Tahun Fajar Kemerdekaan

Kemerdekaan
Dari ladang perjuangan, tumbuh benih persatuan. Dari persatuan, lahir kemakmuran. Inilah Indonesia.

Kemerdekaan di Tangan Rakyat, Persatuan di Tangan Bangsa, Kemakmuran di Tangan Negeri

Oleh: Muhammad Reza Saputra

Suatu fajar kemerdekaan terlihat dari cahaya yang menyinari sudut hati tiap insan yang lahir dari perjuangan. Perjuangan yang membebaskan pola pikir, diskusi pada dialektika masyarakat, hingga bebas pada isu yang menggulingkan suatu kuasa yang baik,

Read More

Rakyat dengan gotong royong dalam pembangunan intelektual yang memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa hingga menyelaraskan dalam ketertiban dunia dengan dasar “kemerdekaan”,

Kelamnya tiga setengah abad penjajahan dengan menggulingkan persatuan masyarakat menjadi suatu traumatis, namun terwujudnya benih persatuan yang tumbuh dari ladang yang disemai,

Lidah rakyat tak lagi dibungkam, kisah leluhur yang mengalir pada anak cucu dan sejarah yang ditulis dengan tinta kebenaran bukan sekadar kilau nama di atas kertas,

Pemimpin berdiri sebagai tombak pengayoman, prajurit dengan gagah dalam menjaga keamanan rakyat tanpa mementingkan suatu tahta. Menjaga dan membangun tanah yang terbentang dari barat hingga timur yang sangat kaya akan budaya dan dialektika,

Negeri ini sudah terbentuk dan terbangun 80 tahun lamanya, kemakmuran akan selalu hidup selama negeri ini setia pada akar yang menumbuhkannya. Kemakmuran sebagai jembatan dalam menyelaraskan hasil bumi, ilmu pengetahuan dan kebahagiaan,

Inilah negeri yang dibangun dari perjuangan, disatukan oleh cita dan cinta, dimakmurkan oleh kerja gotong royong—negeri yang akan selalu berdiri selama fajar masih terbit di langit “kemerdekaan”.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *