Sleman, Jogjakeren.com – Kejuaraan Sembada Cup yang diselenggarakan oleh perguruan ASAD pada Sabtu (19/10/2024), mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari perwakilan Tapak Suci di Sleman. Retno Setiawan, Ketua Bidang Hukum dan Disiplin Tapak Suci, menekankan pentingnya acara ini untuk menciptakan atmosfer persaingan yang sehat dalam dunia pencak silat.
“Alhamdulillah, kami sangat mendukung Sembada Cup. Semoga acara ini dapat melahirkan atlet baru yang dapat mewarnai kancah pencak silat, terutama dalam menambah jumlah atlet di IPSI Sleman,” ungkap Retno. Ia berharap, dengan adanya Sembada Cup, persaingan akan semakin baik dan profesional.
Retno juga menyoroti peran pencak silat sebagai sarana dakwah dan pembinaan akhlak. “Pencak silat tidak hanya tentang bela diri, tetapi juga melindungi iman dan keluarga dari pengaruh negatif, termasuk melindungi diri dari kasus yang sedang marak, yaitu peredaran miras. Kegiatan seperti ini bisa membantu generasi muda untuk menjauhi narkoba dan miras,” tambahnya.

Bakti Nur Diantoro, anggota Pemda Tapak Suci, juga memberikan pandangan positif terhadap Sembada Cup. “Ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk mengisi generasi muda agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif. Melalui acara seperti ini, ASAD dapat menghasilkan atlet pencak silat unggulan, khususnya di wilayah Sleman,” katanya.
Bakti menekankan pentingnya melatih anak-anak untuk menghadapi tantangan dan ketidaknyamanan di era yang serba instan seperti saat ini. “Anak-anak harus belajar bahwa tidak selalu ada kenyamanan. Dengan pelatihan yang baik, mereka akan siap menghadapi berbagai tantangan dan siap berkontribusi untuk bangsa dan negara.”
Bakti sepakat bahwa karakter luhur sangat penting dalam pencak silat. “Silat mengajarkan kita untuk saling memahami dan bersahabat, bahkan saat mengalami kekalahan. Akhlak dan karakter yang baik adalah hal yang harus selalu dijaga,” ujarnya.
Bakti juga berharap agar Sembada Cup dapat menghadirkan pertandingan yang lebih variatif, melibatkan perguruan lain, dan menjaga silaturahmi antar perguruan. “Saya salut dengan ASAD dan berharap ini dapat dicontoh oleh perguruan lain. Dengan cara ini, silaturahmi dan persatuan bangsa dapat terjaga,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Membentuk Pesilat Berprestasi dan Berkarakter Luhur” kedua narasumber sepakat bahwa acara seperti Sembada Cup tidak hanya mendukung perkembangan atlet, tetapi juga memperkuat karakter dan moral generasi muda.
Diharapkan, dengan dukungan dari semua pihak, pencak silat di Sleman dapat terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang berkarakter luhur.





