Sinkronkan Program, Atus Dorong LDII Sleman Angkat Potensi Lokal

  • Whatsapp
Meniran, Phyllanthus urinaira (Sumber: merdeka.com)

Jogjakeren.comMusyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman resmi ditutup, pada Minggu (5/12/2021) malam.

Musda merupakan amanat AD/ART yang juga sebagai sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus. “Selain itu, (Musda) memberi ruang terhadap dinamika organisasi, regenerasi, maupun penyegaran kepengurusan,” ujar H. Anji Sujiman, S.H., M.M. Dengan mengedepankan musyawarah mufakat, Musda VII mengangkat secara aklamasi Suwarjo, S.IP., M.Si., sebagai ketua terpilih DPD LDII Kab. Sleman periode 2021-2026.

Bacaan Lainnya

Suwarjo, dalam orasinya menegaskan bahwa ia akan berusaha menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Semoga kami mampu menjalankannya dengan baik,” ujar  Suwarjo, S.IP., M.Si., yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY.

Ketua DPW LDII DIY, Atus menyambut baik dan merasa senang atas terpilihnya Suwarjo. “Beliau pernah menjabat selaku Dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dan terlibat aktif di dalam beberapa kegiatan. Dari segi usia, beliau juga tidak jauh dari saya dan (masih) termasuk generasi milenial. Kami yakin kepengurusan yang baru ini akan lebih berenergi. Semoga hasil kepengurusan baru ini lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Sambutan penutup oleh Ketua DPW LDII DIY pada Musda VII DPD LDII Sleman, Minggu (5/12/2021).

Di kesempatan yang sama, Atus memaparkan 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa, yakni wawasan kebangsaan, dakwah islam, pendidikan umum, ekonomi syariah, pertanian dan lingkungan hidup, kesehatan dan pengobatan herbal, informasi dan teknologi, serta Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Mewujudkan delapan bidang pengabdian LDII bukanlah hal yang mudah, karena SDMnya terbatas. Silahkan Sleman memilih dari 8 bidang ini. Kami dari provinsi melihat (banyak) potensi Sleman di bidang lingkungan hidup dan obat-obatan herbal,” imbuh Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., yang juga dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bagaimana potensi kekayaan alam dalam pengembangan obat-obatan herbal?

Atus mengajak LDII Sleman untuk menggali potensi tumbuhan di Gunung Merapi. “Sleman memiliki Gunung Merapi yang tidak dimiliki kabupaten lain. Ini menarik. Kami di Fakultas Kehutanan meneliti ada tumbuhan bawah di lereng Merapi yang memiliki kandungan senyawa antioksidan lebih tinggi daripada bahan-bahan import,” katanya.

Meniran, Phyllanthus urinaira (Sumber: merdeka.com)

Dilansir dari Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, peneliti Fakultas Kehutanan UGM mencatat sebanyak 50 spesies tumbuhan obat yang berpotensi sebagai penghasil senyawa antioksidan. Sembilan belas tumbuhan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, tiga di antaranya adalah harendong bulu (Clidemia hirta), senggani (Melastoma candidum), dan meniran (Phyllanthus urinaira). Selain itu, tumbuhan tersebut juga berpotensi sebagai antikanker dan efek hepatoprotektif (pelindung hati).

“Selain di bidang lingkungan hidup dan pengobatan herbal, Sleman juga dapat melakukan pengabdian di bidang lainnya. Sleman memiliki banyak kampus dan tentunya memiliki potensi sumber daya manusia yang baik. Dengan begitu, pengabdian di bidang lain akan semakin mudah,” tandas Atus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.