Jogjakeren.com – Perusahaan tambang asal Australia, South32, mengumumkan telah menjual aset tambang nikelnya di Kolombia kepada CoreX Holdings. Namun, transaksi ini tidak berjalan mulus karena South32 jual aset nikel Kolombia dengan nilai yang jauh lebih rendah dari investasi awal, hingga mencatat kerugian sebesar 130 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun.
Aset yang dijual ini merupakan bagian dari proyek pengembangan nikel yang sebelumnya diharapkan bisa memperluas portofolio perusahaan di sektor logam baterai, terutama untuk mendukung industri kendaraan listrik dunia. Namun karena tantangan operasional dan keekonomian yang tidak sesuai harapan, South32 akhirnya memutuskan melepasnya.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka untuk lebih fokus pada proyek-proyek yang memberi nilai lebih tinggi dan berkelanjutan. Meski rugi secara keuangan, manajemen menilai langkah ini penting untuk efisiensi dan konsolidasi aset.
Penjualan aset ke CoreX Holdings akan diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan, menunggu persetujuan regulasi di Kolombia. CoreX sendiri dikenal sebagai perusahaan tambang swasta yang mulai agresif mengambil alih aset nikel strategis di Amerika Selatan.
Kabar bahwa South32 jual aset nikel Kolombia ini menjadi sorotan di pasar komoditas global, karena menunjukkan betapa ketat dan penuh risiko bisnis pertambangan nikel, terutama di tengah fluktuasi harga dan tekanan lingkungan.





