Sleman, jogjakeren.com – Kampung Pramuka Sangurejo difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Sleman melakukan studi banding ke kelompok Pengelolaan Sampah Glagah Malang, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Senin (30/10/2023).
Studi banding diikuti oleh tiga puluh orang peserta terdiri dari berbagai organisasi di kampung pramuka sangurejo di antaranya ketua RT Kampung Pramuka Sangurejo, pengurus Program Kampung Iklim (Proklim), LPSS Rekoma Masjid, perwakilan warga Kampung Pramuka Sangurejo, Ketua SAKO SPN dan ketua PC LDII Turi.

Studi banding ini secara khusus bertujuan untuk mempelajari bagaimana sistem dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik yang berkelanjutan.
Yusuf selaku perwakilan Staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam sambutannya menyampaikan overnya kapasitas di TPA Piyungan. “Sekarang TPA Piyungan sudah dibuka kembali, tetapi kapasitas buat penampungannya dikurangi. Dari yang dulunya bisa menampung 330 ton sampah perhari sekarang hanya bisa menampung 150 ton sampah perharinya,” tuturnya.
Yusuf juga mengatakan bahwa Bupati Sleman sudah mensosialisasikan tentang pentingnya untuk pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah harus sudah dipilah di tingkat rumah tangga oleh kelompok pengelola sampah di setiap TPST. Sesuai peraturan dari Gubernur DIY, Kabupaten Sleman sudah harus mengelola sampah secara mandiri.
“Upaya dari Kabupaten Sleman yang pertama, dengan ditutupnya TPA Piyungan Bupati mau membangun 3 tempat TPST atau Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Kabupaten Sleman, yaitu titik timur Kalasan, Minggir sudah mulai pembangunan dan yang terakhir Donokerto Turi proses perizinan dan mohon doa restu bapak ibu semuanya,” ujarnya.
Agus Kurniawan, mewakili Kepala Dukuh Sangurejo yang tidak bisa ikut dalam acara tersebut dalam sambutannya mengatakan jika masalah sampah di Yogyakarta sudah menjadi isu problem baik itu nasional maupun internasional. “Jika permasalahan sampah tidak segera diselesaikan, maka akan berdampak bagi kita seperti yang sudah kita rasakan sekarang ini yaitu pemanasan global,” ujarnya.
Ia menyampaikan peranan yang dapat mengurangi dampak, mencegah, dan menghambat pemanasan global adalah dari kita semua. Selain itu, Agus juga berterimakasih kepada DLH Kabupaten Sleman. “Terima kasih diucapkan kepada DLH Sleman yang sudah memberi kesempatan dan memfasilitasi acara studi banding juga kepada panitia Proklim Dusun Glagah Malang yang sudah menerima dengan baik rombongan dari Sangurejo,” ucapnya.
Usai acara sambutan dan pemaparan profil Dusun Glagah Malang dilanjutkan dengan survei lapangan pengelolaan sampah dan program lain yang ada di Dusun Glagah Malang tersebut.





