Jogjakeren.com – Kalian tahu tidak Sob, setiap tanggal 27 Oktober diperingati Hari Listrik Indonesia?. Yuk kita lihat kondisi konsumsi listrik di Indonesia selama pandemi Covid-19. Ada juga hal menarik lainnya, loh. Ternyata, mikroba tak selamanya merugikan. Mereka bisa jadi pembangkit energi listik. Wow!
Konsumsi Listrik di Tengah Pandemi Covid-19
Pernah terbesit di benak kita tidak, kira-kira konsumsi listrik nasional selama pandemi Covid-19 ini naik atau turun ya?
Menurut laporan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, konsumsi listrik per kapita nasional di kuartal III tahun 2021 sebesar 1.109 kWh/kapita. Jumlah ini setara dengan 92.2% dari target yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 1.203 kWh/kapita. Kondisi ini dipengaruhi oleh menurunnya konsumsi listrik di sektor industri dan bisnis. Aktivitas di kedua sektor ini sangat lesu di tengah pandemi Covid-19. Padahal industri dan bisnis menjadi pelanggan listrik terbesar di Indonesia, Sob.
Sedangkan, konsumsi listrik rumah tangga selama pandemi justru menunjukkan tren meningkat. Hal ini nampaknya tidak terlepas dari pergeseran berbagai aktivitas di luar rumah seperti kantor, sekolah, dan tempat keramaian lainnya ke dalam rumah. Gerakan ‘Di Rumah Saja’ dan berbagai program pengendalian penyebaran Covid-19 lainnya membuat masyarakat banyak beraktivitas di rumah, di antaranya dengan menonton film, laundry, seminar online, dan work from home.
Semakin meningkatnya konsumsi listrik, tentu harus diimbangi dengan produksi tenaga listrik. Di tahun 2020, Kementerian ESDM melaporkan bahwa produksi tenaga listrik nasional baru mencapai 80% dari target, yaitu sebesar 272,42 TWh. Hal ini mendorong sebagian pihak mulai melirik sumber energi listrik alternatif. Minyak bumi dan gas alam yang selama ini digunakan merupakan sumber bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui dan dinilai tidak ramah lingkungan.
Kabar Gembira, Mikroba Bisa Jadi Pembangkit Energi Listik
Banyak di antara kita yang menilai bahwa mikroba merupakan sumber penyakit. Nyatanya, ada mikroba yang bermanfaat, loh. Salah satunya mikroba sebagai penghasil energi listrik.
Peneliti mikrobiologi dari Universitas Harvard, Peter Girguis menggambarkan model sel pembangkit listrik mikroba secara sederhana. “Pada tanah yang tidak mengandung oksigen kita tanam sebuah elektroda. Misalnya batang grafit dari sebuah pensil atau dari baterai bekas. Pensil harganya murah, baterai bekas bahkan gratis. Pada elektroda ini mikroba akan berkembang biak. Setelah itu kita pasang sebuah batang grafit lain di atas permukaan tanah, yang bertindak sebagai katoda. Jika elektroda dan katoda dihubungkan mengunakan kabel yang dilengkapi sirkuit saklar, kita memiliki sumber listrik. Saklar hanya berfungsi menyambung atau memutus aliran listriknya,” jelasnya.

Tentu saja, daya listrik yang dihasilkan oleh mikroba tak sebesar pembangkit listrik konvensional, ya Sob. Model pembangkit listrik mikroba ini masih di tahap pengujian di laboratorium. Daya listrik yang dihasilkan mampu mengisi baterai telepon seluler atau menyalakan sebuah lampu LED. Di zaman teknologi komunikasi ini, kedua benda tersebut nampaknya jadi kebutuhan paling mendasar. Setuju tidak, Sob?
Jenis Mikroba Potensial
Mikroba yang dapat digunakan untuk membangkitkan energi adalah mikroba anaerob. Jenis mikroba ini berkembang dalam lingkungan tanpa oksigen. Penelitian menunjukkan, mikroba yang paling efektif membangkitkan listrik antara lain mikroba anaerob yang hidup dari unsur logam, belerang atau gas metana.
Di Indonesia, sejak tahun 2010 konsep Microbial Fuel Cell (MFC) mulai digagas di beberapa perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Mikroba yang tumbuh di dalam medium organik mengubah bahan organik melalui proses metabolismenya. Sifat mikroba yang dapat mendegradasi senyawa organik akan menghasilkan ion elektron dan proton. Ion-ion inilah yang menghasilkan perbedaan potensial listrik sehingga dapat dihasilkan energi.
Bagaimana menurut kalian, Sob?





